Join MultiplyOpen a Free ShopSign InHelp
MultiplyLogo
SEARCH

Resensi

ReviewReviewReviewReviewOct 21, '09 5:29 AM
for everyone
Category:Books
Genre: Literature & Fiction
Author:Jean Webster
Penerjemah yang mengalih-bahasakan buku ini ke dalam bahasa Indonesia, konon langsung antusias begitu diminta. Ini adalah salah satu kisah klasik karya Jean Webster yang pertama kali diterbitkan tahun 1912. Lumayan tua, tapi menurut saya sih masih seru, dan masuk kalau dikategorikan ke dalam chicklit.

Kalau dilihat-lihat, karya-karya yang hadir pada tahun-tahun itu melibatkan sekolah asrama, panti asuhan, matron kejam, dengan tokoh utamanya seorang yatim piatu belia. Tidak jauh dari formula itu, Daddy Long-Legs juga bercerita tentang seorang gadis yatim piatu yang tidak jelas asal-usulnya.

Alkisah, Jerusha Abbott, yang kombinasi namanya berasal dari buku telepon dan batu nisan hasil penerawangan matronnya, tinggal di Panti Asuhan John Grier. Umurnya sudah ketuaan dua tahun untuk tetap tinggal di panti asuhan. Normalnya, anak yatim piatu penghuni panti asuhan ini akan keluar saat usia mereka enam belas tahun.

Namun, Jerusha tetap tinggal, bertanggung jawab mengurus beberapa anak panti yang masih muda. Begitu rutinitasnya hingga Mrs. Lippett, matronnya, memanggilnya ke kantornya.

Terlepas dari kenakalan khas-anak-yatim-piatu yang dilakukannya, ternyata ada Dewan Pengawas yang tertarik padanya. Berawal dari karya tulis Jerusha alias Judy yang berjudul Rabu Kelabu. Si Pengawas itu menganggap Judy punya bakat menulis dan memberi beasiswa kuliah untuknya. Tuan Dermawan yang tidak ingin diketahui identitasnya ini hanya mengajukan satu syarat: Judy harus menulis surat untuk walinya ini sebulan sekali, dialamatkan kepada Mr.John Smith (yang tidak akan membalas suratnya itu).

Judy tidak tahu apa-apa soal orang yang memberinya beasiswa ini, kecuali saat dia melihat punggung lelaki jangkung ini menghilang pergi dari panti asuhannya. Tanpa identitas, Judy bingung harus memanggil Tuan Dermawan ini dengan nama apa, akhirnya dia memanggilnya Daddy Long-Legs. Karena kakinya panjang, mirip kaki laba-laba jenis Daddy Long-Legs.

Selama empat tahun hingga kelulusannya, Judy tak pernah sekali pun bertemu dengan Daddy Long-Legs. Namun, ia tetap rajin menulis surat kepadanya. Dari surat-suratnya, kita tahu perkembangan pemikiran Judy. Dari seorang gadis yatim piatu yang tidak tahu apa-apa, hingga menjadi aktivis kampus yang ehm, sangat senang dengan pakaian-pakaian bagus. Eh bukan, bukan berarti dia berubah jadi cewek matre nan dangkal yang cuma mikirin baju bagus. Baca ini, kita bisa ngerti kenapa perempuan suka banget baju bagus. Tas keren, dan tergila-gila pada sepatu. Nampaknya hal itu memang sudah mengalir dalam darah para perempuan.

Selama empat tahun itu pula, Judy berkawan dengan orang-orang kaya. Berkenalan dan jadi dekat dengan Jarvis Pendleton, paman Julia Pendleton, salah satu teman dekatnya (yang awalnya, sebenarnya Judy tidak terlalu suka padanya). Juga dengan James McBride, anak Princeton, kakak sahabat yang paling disayanginya, Sallie McBride.

Buku ini terdiri dari dua bagian, satu adalah saat Judy dipanggil matron ke kantornya, dan bagian lain berisi surat-surat Jerusha Abbott kepada Daddy Long-legs. Dari sini saya baru tahu kalau tradisi novel yang isinya hanya surat-surat bukan dimulai oleh Meg Cabot dalam The Boy Next Door (yang isinya email-email). Hahaha, sepertinya saya harus banyak-banyak membaca cerita klasik.

Daddy Long Legs ini pernah beberapa kali difilmkan sejak tahun 1919, salah satu adaptasinya dalam film adalah Curly Top yang dibintangi Sherley Temple tahun 1935. Tahun 1990an, pernah dibuat animenya oleh the Nippon Animation, serial TV berjudul Watashi no Ashinaga Ojisan (My Daddy-Long-Legs), yang disutradarai oleh Kazuyoshi Yokota.

Dan berdasarkan kemiripan ceritanya, saya curiga kalau serial Candy-candy yang dulu ada di RCTI tiap hari minggu jam 8.30 pagi setelah Doraemon itu terinspirasi dari buku Jean Webster ini.

Selanjutnya: baca Heidi sama A Little Princess. Dan oh, Wuthering Heights juga. Kayaknya buku itu sering banget disebutin di novel-novel kontemporer.


ReviewReviewReviewSep 8, '09 9:16 PM
for everyone
Category:Books
Genre: Literature & Fiction
Author:Lorelai Mathias
[Lost for Words. Lorelai Mathias. 311 halaman. Little Black Dress. 2007. rp86000]

Sebenernya gue males baca buku terbitan Little Black Dress. Terakhir gue baca adalah My Three Husband, dengan cover ungu catchy yang gue pikir bakalan lucu dan bikin gue terpingkal-pingkal itu ternyata semua tokohnya twisted. Tokoh utamanya punya ayah gay yang tinggal dengan pacar laki-lakinya (iyalah, kan gay!), terus mereka berdua kepingin ikut waktu si tokoh utama mau hanimun dengan suaminya yang ketiga. Belum lagi, dia pernah (atau masih ya?) terjebak hutang kartu kredit. Gitu deh, cewek bodoh yang enggak belajar dari pengalaman. Dan ternyata, suami ketiganya juga gelo. Nah, tinggalin aja buku itu.

Buku ini gue beli dalam kebutuhan gue yang mendesak untuk baca chicklit. Kayaknya udah lama banget gue ga baca buku genre ini. Melulu buku anak-anak, fantasi, yang kayak gitu deh. Gue lagi butuh cerita romantis! Maka saat gue sama Gina dan Icha mampir ke Kinokuniya GI buat liat-liat, gue ngebet harus beli satu aja chicklit. Pengennya sih baca Sophie Kinsella, tapi enggak ada yang baru, dan lagian, bukunya mahal banget, 160rb-an gitu. Little Black Dress semoga pilihan yang tepat, karena harganya rata, dibawah cepe.

Gue milih buku ini karena baca blurbnya sekilas, tentang Daisy, seorang Editorial Assistant. Yaiy! Secara gue baru masuk industri ini, gue harus belajar banyak. :D

Dari awal, gue udah disuguhi beberapa macam surat penolakan naskah (yang sangat berguna sebagai referensi menolak naskah-naskah gak asik yang masuk). Nah, karena Daisy baik banget, dia enggak mau para penulis itu menganggap klo surat tolakannya adalah template yang tinggal diganti nama pengarang dan judulnya, maka dia berusaha untuk membuat surat penolakan itu personalized.

Masalah cinta, Daisy pacaran sama seorang agen, yang kerja di bidang penerbitan juga, bernama Miles Metcalfe. Cowok ini agak anti komitmen. Walau udah enam bulan jalan, tetep aja ga mau ngakuin kalo Daisy pacarnya.

In the mean while, di kantor, datanglah seorang anak magang bernama Elliot Thornton yang adorable and cute. Ah, sejak penulisnya masukin karakter Ellie, gue langsung ngeces. Cowok ganteeeeengggg. Seisi Mercury Publishing gempar, karena ga banyak cowok yang kerja di industri penebitan. Dan dibandingin workie atau anak magang lainnya, Elliot sangat helpful. Seminggu cepat sekali berlalu dan program magang Ellie berakhir. Pada saat itu, Daisy menemukan sebuah naskah menarik dari slush pile yang menumpuk di mejanya. Slush pile itu kayaknya naskah-naskah yang ga jelas. Disini bolak balik diceritain kalo Harry Potter ditemukan dalam tumpukan slush pile seperti itu, sama anak magang juga. Ahaks.

Duende Dawn, karya penulis baru yang enggak terkenal, dan bahkan ceritanya belum selesai! Tapi Daisy yakin banget kalau buku ini bakalan keren. Dia sampe penasaran pengen ketemu sama si penulis misterius ini.

Apakah akhirnya Miles akan mengakui Daisy sebagai pacarnya dan bersedia berkomitmen? Siapa sih penulis misterius itu? Dan gimana dengan Elliot? Apakah akhirnya Duende Dawn diterbitkan? Apa Daisy bakalan dapet promosi gara-gara buku ini? Mau baca? Gw jual 50rb nih!



ReviewReviewReviewReviewAug 27, '09 10:32 PM
for everyone
Category:Books
Genre: Childrens Books
Author:Danica McKellar
[Math Doesn't Suck: How to Survive Middle-School Math Without Losing Your Mind or Breaking a Nail | Danica McKellar | Hudson Street Press | 2007 | Illustrated | $16.29 Amazon]

Gila. Ada buku keren banget.

Buku ini semacam "pelajaran matematika", tapinya diramu dengan cara yang asyik. Andaikan buku ini udah ada sejak gue SMP, pasti gue lebih pinter lagi ngerjain matematika. Gue gak benci matematika, kadang-kadang gw seneng bergelut dengan rumus-rumus. Tapi gue anak yang lebih seneng bahasa, otak gw ga terlalu bisa mencerna angka-angka.

Kelebihan buku ini dibandingin buku pelajaran biasa, selain ngomongin cara ngerjain matematika dengan lebih mudah dan praktis, tapi juga ngasih motivasi ke pembacanya agar lebih percaya diri. Nggak cuma dalam hal matematika, tapi juga kehidupan secara keseluruhan.

Terus, gaya bahasanya lucu lagi. Danica mencontohkan dengan cara yang enggak kepikiran. Klo baca komentar orang di bukunya, buku ini seperti kombinasi Clueless (film, serial tivi) dan Euclid (guru Matematika terkenal dari Yunani). Hahaha.

Oh iya oh iya. Ada penjelasan lucu soal Bilangan Prima; bilangan yang ga bisa dibagi angka lain selain dirinya sendiri dan angka satu. Danica bilang gini: Aku menganggap bilangan-bilangan itu kurang "bergaul”, agak rumit. Bilangan-bilangan itu ”primitif”, seperti kera. (Kera adalah salah satu jenis primata.) Mungkin ini pula sebabnya bilangan-bilangan yang kurang bergaul ini disebut bilangan prima.
Benar, bilangan prima sifatnya mirip kera.


Wahahaha. Terus ada lagi. FPB atau Faktor Persekutuan Terbesar, bisa ditentukan dengan Metode Faktor Pesona Berat (FPB). Nyahahaha. Penjelasan panjang lebar di bab FPB ini, malah ngomongin tentang naksir cowok. Hahaha. Genius.

Terus-terus, ada horoskop matematika. Gimana karakter belajar matematika lo berdasarkan zodiak. Hihihi

Beneran, harusnya setiap anak SMP punya buku ini. Cewek atau cowok. Sayang, udah gak SMP lagi. wkwkwkwk......


Danica ini artis Hollywood. Enggak terlalu terkenal sih yaaa, soalnya gw ga pernah denger :D katanya sih dia pernah main di The Wonder Years sama The West Wing.


ReviewReviewAug 24, '09 8:55 PM
for everyone
Category:Books
Genre: Other
Author:Fitria Yusuf dan Alexandra Dewi
Seriously.
Do i need this book?
Hell no!

Tapi, sebagai guilty pleasure, bolehlah buku ini dibuka-buka. Huahaha. Kata website gramedia, harganya 100rb (gw sih, minjem dari tante gw. Tante gw, dapet gratisan waktu peluncurannya). Kertasnya bagus, dan isinya full color.

Isinya lengkap. Mulai dari lingerie, sampe jewelry. Lumayan sih, ada store indexnya juga, dimana aja kita bisa belanja dan kisaran harganya. (Kita? Gue sih puasa setahun aja gak mampu kalee klo harus beli Hermes Birkin. Hermes, menurut buku ini, yang dijual di Indonesia, paling murah adalah 12 juta saja. Gw sih, mending leyeh-leyeh di pantai sambil nyeruput air kelapa. Heuheuheu).

Cocok lah buat para supermodel delusional, social climber yang socialita wannabe.


ReviewReviewReviewReviewJul 31, '09 5:55 AM
for everyone
Category:Books
Genre: Childrens Books
Author:Shannon Hale
[Princess Academy. Shannon Hale. Penerbit Atria. 368 halaman. Rp 49.900]

Bagi Miri, dia baru berguna kalau bisa menolong warga Gunung Eskel di pertambangan linder--sejenis batu marmer langka. Namun, tubuhnya begitu kecil dan mungil hingga Pa tidak mengijinkannya membantu. Oleh karena itu, tugasnya hanyalah menggembala kambing dan menyiapkan kebutuhan keluarganya; Pa dan Marda, kakaknya.

Suatu hari, datang utusan agung dari kerajaan. Menurut tradisi, tempat asal jodoh pangeran diputuskan oleh pendeta kerajaan melalui mimpi. Dan hasilnya adalah, jodoh pangeran adalah gadis yang berasal sebuah desa nun jauh di lereng gunung Eskel.

Bagaimana mungkin? Di desa Miri tak ada gadis yang keputri-putrian. Maka dibentuklah sebuah akademi putri. Semua gadis gunung Eskel yang berusia antara 13-18 tahun wajib mengikuti akademi ini selama setahun, lalu pangeran akan datang dan memilih salah satu dari mereka. Miri termasuk dalam kelompok ini. Sedangkan Marda, kakaknya, tidak bisa karena ia lebih tua dua bulan dari sang Pangeran.

Awalnya, mereka tak senang harus berpisah dari keluarganya. Selain itu, berkurang tenaga untuk menambang batu linder. Batu linder, walau langka, dihargai sangat murah oleh para pedagang yang datang ke gunung Eskel. Mereka hidup sangat pas-pasan. Jadi, satu orang saja diambil dari mereka, akan terasa.

Apalagi, guru mereka, Ibu guru Olana galak sekali. Mereka tidak boleh berbicara kecuali disuruh. Kalau tidak, dia akan mengurung murid pembangkang itu di gudang yang gelap dan bertikus.

Miri merasa paling merana. Selain harus berpisah dari keluarganya dan Peder, sahabatnya sejak kecil, Ia juga dimusuhi teman-temannya sesama murid akademi karena saat ia mencoba membela temannya dengan berbicara, mereka semua malah dihukum tidak boleh pulang saat liburan.

Namun, lama kelamaan, Ibu Guru Olana berhasil membuat mereka bermimpi untuk menjadi seorang Tuan Putri. Dipajangnyalah sebuah lukisan rumah mewah dan keuntungan-keuntungan menjadi seorang Tuan Putri.

Bahkan, Miri pun memimpikan rumah indah dengan kebun-kebun yang cantik itu, betapa bahagianya jika ia bisa membawa Pa dan Marda tinggal di rumah itu. Ia menghabiskan waktu istirahat bermainnya dengan duduk dan belajar membaca. Sampai akhirnya ia membaca sebuah buku yang memuat fakta mengejutkan: Batu Linder itu langka dan seharga kepingan emas. Selama ini mereka telah ditipu oleh para pedagang!

Setahun akhirnya berlalu, dan pangeran datang pada pesta dansa. Namun, ia pulang tanpa memilih siapapun! Tetapi bandit-bandit yang tiba-tiba datang menyandera mereka itu tidak percaya kalau pangeran belum memilih putri pujaan hati. Para penjahat itu bermaksud menculik tunangan pangeran dan meminta tebusan yang besar. Miri harus melakukan sesuatu!


Apakah Miri berhasil meyakinkan tetua kampung untuk bernegosiasi dengan para pedagang?
Lalu, apakah mereka berhasil meloloskan diri dari para bandit yang kejam dan tidak segan-segan membunuh itu?
Dan, siapakah putri yang dipilih oleh Pangeran Stefan?

Hihihi, ayo baca sendiri!!!!
Kalo pengen gratisan, jangan lupa kirim email ke atria_434@yahoo.com sebelum 3 Agustus 2009. Pertanyaan kuisnya: Di manakah Miri dan keluarganya tinggal?
Tulis disubjeknya: Kuis Princess Academy




ReviewReviewReviewReviewJun 11, '09 11:42 PM
for everyone
Category:Books
Genre: Literature & Fiction
Author:Banana Yoshimoto
"Mikage, kau terpesona pada ibuku?" tanyanya.

"Begitulah. Habis dia cantik sekali," kataku jujur.

"Ya, ya," sambil tertawa, Yuichi berjalan ke arahku lalu duduk di lantai di depanku. "Dia menjalani operasi plastik."

"Masa?" tanyaku berpura-pura tenang. "Mungkin karena itu wajah kalian samasekali tidak mirip."

"Bukan itu saja...," Yuichi melanjutkan tanpa mampu menahan geli, "dia itu laki-laki."

(Kitchen, Banana Yoshimoto, hal.16)
________________________________________________________________
Ah, dari awal saya tahu, ini bukan buku yang akan membuat saya terpingkal-pingkal. Meski ya, petikan halaman 16 itu membuat saya tertawa. Lihat saja covernya yang sunyi itu, dan tulisan di back covernya. Pasti salah satu novel jepang yang depresif.

Kedua orang tua Mikage Sakurai meninggal sejak ia kecil, lalu gadis itu tinggal bersama kakek dan neneknya. Lalu kakeknya pun meninggal. Dan saat ia berada di bangku kuliah, ia menjadi sebatang kara karena neneknya pun ikut pergi. Setelah kematian neneknya, rasanya tak ada lagi alasan untuk tinggal di apartemen yang sama. Apartemen itu terlalu luas dan menyimpan terlalu banyak kenangan.

Tiga hari setelah pemakaman, pintu apartemennya diketuk oleh seorang pemuda, Yuichi Tanabe. Ia adalah pemuda yang bekerja paruh waktu di toko bunga yang sering dikunjungi mendiang neneknya. Entah dapat ide dari mana, Yuichi mengajak Mikage untuk tinggal di apartemen yang ia tinggali bersama ibunya.

Ibu, yang ternyata laki-laki. Yuki, ayah Yuichi, memutuskan untuk menjadi perempuan bernama Keiko setelah kematian istrinya karena kanker. Cara yang ekstrim untuk berduka.

Mikage menemukan dirinya langsung jatuh cinta pada dapur keluarga Tanabe, dan orang-orang yang menghuni apartemen itu. Ia tinggal selama musim panas sebelum akhirnya memutuskan untuk tinggal sendiri.

Suasana hatinya yang membaik kembali diuji dengan berita kematian Keiko. Ia sekali lagi dilanda duka hebat, kali ini lebih parah. Ia merasa benar-benar seperti yatim piatu. Dalam rundungan duka, ia baru menyadari kalau sebenarnya dia jatuh cinta pada Yuichi.
___________________________________________________________________

Ternyata ada dua cerita di buku ini. Kitchen dan Moonlight Shadow. Dua-duanya mengantarkan tema yang sama; kematian orang yang disayangi. Tokohnya perempuan berusia antara 20-25 tahunan. Terjemahannya enak, jadi bacanya ngalir, mungkin karena ceritanya juga nggak rumit-rumit amat.


Fun fact: setelah baca Kitchen, gue tiba-tiba diserang oleh inspirasi. Menyenangkan, karena udah tiga bulan gue undang tuh yang namanya inspirasi nggak ada yang mau dateng. Lalu gue nulis cerpen.


ReviewReviewReviewJun 10, '09 6:34 AM
for everyone
Category:Books
Genre: Childrens Books
Author:Jan Terlouw
Ah, jarang-jarang ya baca buku dari Belanda.

Koning van Katoren (1971) is een jeugdboek van Jan Terlouw. Het boek gaat over de zeven opdrachten die de 17-jarige Stach moet vervullen om koning van het land Katoren te worden. Maar het boek heeft een dubbele bodem. De problemen die Stach tegenkomt lijken erg op de problemen die de moderne wereld plagen. Koning van Katoren werd bekroond met de Gouden Griffel (1972) en met de Oostenrijkse Staatsprijs voor Jeugdliteratuur (1973).

Ah lebaaay deh Jie, baca yang versi indonesianya juga kok lebay gitu sih? Hahaha.

Alkisah pada suatu malam, malam yang sangat penting bagi dua orang, yakni Raja Katoren dan Stach. Pada malam itu, Raja Katoren yang bijaksana, dicintai rakyatnya, dan senang kembang api, mangkat. Dan pada malam yang sama, Stach lahir.

Pada malam itu, ayah Stach, seorang tukang batu, menggantikan tugas pemasang bendera di atas Aloisius karena petugas biasanya sedang sakit flu. Jadi, ayah Stachlah yang memasang bendera berkabung atas kematian Raja. Karena dia lagi enggak fokus dan teringat pada anaknya yang akan lahir, ayah Stach terpeleset, jatuh dan meninggal. Berita kematian ayah Stach membuat ibu Stach syok hingga ia mengalami demam tinggi dan meninggal.

Stach jadi yatim piatu di hari kelahirannya. Ia kemudian tinggal bersama pamannya, Gervaas, seorang pelayan.

Karena Raja tidak punya keturunan, tidak ada yang menggantikan kedudukannya. Untuk sementara, pemerintahan dipimpin oleh enam orang menteri. Ketika Stach berusia 17 tahun, tiba-tiba pemuda itu bertekad untuk menjadi Raja. Ia mendatangi keenam menteri itu untuk mengutarakan niatnya.

Untuk mencegah niat Stach, enam menteri itu memutar otak. Mereka mengajukan syarat: Stach harus dapat memenuhi enam tugas musykil, baru bisa diangkat jadi raja.

Yang lucu adalah, tugas-tugasnya. Sungguh tugas yang lebay.

Tugas pertama adalah menangani burung-burung di kota Decibel yang suaranya memekakkan telinga. Setiap orang disana mengenakan penutup kuping yang tebal agar telinganya tidak pecah. Stach berhasil.

Tugas kedua adalah menangani pohon delima yang menjatuhkan bom di Wapenfelt. Pohon ini berbuah banyak sekali. Ranum dan menerbitkan selera. Tapi buahnya mengandung mesiu. Setiap orang yang mendekat ditembaki oleh pohon ini.

Tugas ketiga adalah naga di Smook yang mengeluarkan asap belerang dari hidungnya, membuat warga Smook tak bisa menghirup udara segar maupun mandi matahari, karena asap itu menutupi cahayanya. Kota ini penuh polusi.

Tugas berikutnya, hidung benjol. Di kota Afzette-Rije, orang-orang menderita hidung benjol. Penyebabnya adalah sebuah serangga yang tak bisa dibunuh karena menyuburkan tanah. Kebenjolan hidung ini macem-macem, ada hidung kol merah, hidung kembang kol, hidung jamur, hidung kelenjar susu sapi, hidung telinga, dan lain-lain. Benjol hidung ini sembuh berkat obat dari Tara. Tapi obat itu sangat mahal, hingga orang-orang kota kecil itu sangatlah miskin.

Tugas kelima di kota Ekilibrie yang dipimpin oleh walikota perempuan. Setiap malam, seorang penyihir berkeliling mengetuk pintu rumah di kota itu untuk meminta hal yang paling berharga dari pemilik rumah. Hal ini menimbulkan ketakutan. Stach ditugaskan untuk menyingkirkan penyihir itu.

Lalu ada tugas aneh tentang 12 gereja yang bergerak dan tak bisa dikendalikan. Gereja-gereja itu selalu bergerak maju dan melibas apapun yang ada dihadapannya. Bahkan, balaikota Uikumene dan rumah Walikota pun rata dengan tanah diterjang salah satu gerejanya.

Tugas terakhir adalah tugas yang paling menyeramkan, karena kau akan mati jika melakukannya. Stach harus duduk di kursi batu Stellingwoude. Kalau kau bukan raja, dan tidak diangkat oleh enam orang yang kedudukannya lebih tinggi darimu, kamu akan mati.

~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~

Huahahaha. Tujuh tugas aneh. Enam menteri OCD (obsessive compulsive disorder) yang enggak mau dikudeta. Lucu siiih, andai saja terjemahannya lebih asoy. Jadinya agak-agak mogok bacanya.

Covernya terlalu serius, nggak cocok sama isinya yang kocak.


ReviewReviewReviewJun 8, '09 11:24 PM
for everyone
Category:Books
Genre: Childrens Books
Author:Theresa Tomlinson
Judul : Gadis Serigala
Penulis : Theresa Tomlinson
Penerbit : Atria, 2007

Buku ini sepaket dengan delapan buku lain saat gue memenangkan sebuah kuis yang diselenggarakan oleh Penerbit Serambi bulan Desember 2008 lalu. Akhirnya dibaca juga. Ngaruh ya, kalo covernya ga menarik bacanya juga males? Beneran, covernya malesin. Terus, judulnya juga nipu, yang kebayang adalah semacam serigala jadi-jadian, werewolf, gadis yang berubah jadi serigala kalau bulan sedang purnama. Taunya oh, gue salah total. Salah total.

Cerita ini sama sekali bukan tentang serigala jadi-jadian. Enggak ada satupun werewolf muncul dalam buku ini. Mengambil setting di Biara Hild di Whitby pada masa Anglo Saxon, buku setebal 486 halaman ini bercerita tentang Wulfrun, gadis berumur sebelas tahun, putri seorang penenun.

Suatu hari, karena kesalahan dan kecerobohannya, ia telah membuat ibunya dituduh mencuri perhiasan milik keluarga raja Edwin. Jika terbukti bersalah, Cwen, ibu Wulfrun, terancam hukuman mati; digantung, dibakar, atau dirajam. Wulfrun berusaha sekuat tenaga untuk membuktikan bahwa ibunya tidak bersalah. Namun itu tidak mudah, sulit melacak dari mana asal usul kalung kerajaan itu. Wulfrun memang menemukannya dalam tempat rahasia di peti pernikahan ibunya, dan ia yakin bahwa ibunya tidak mencurinya dari siapapun, tetapi ia tak tahu bagaimana caranya membuktikan kalau ibunya bukan pencuri.

Dengan bantuan Putri Elfled, cucu mendiang raja Edwin; Adfrith, pemuda-calon-biarawan yang merupakan guru menulis Elfled; dan Cadmon si gembala sapi, mereka berempat berusaha untuk menyelidiki semuanya dan menggagalkan rencana perang saudara yang digagas oleh Lady Irminbrugh, pengasuh Elfled.

Hmmm, awal-awal emang agak membosankan. Mungkin pengaruh cover yang nggak asik itu, mungkin karena emang lagi ga seneng baca buku. Tapi lama-lama sih ngalir, lancar bacanya. Lagian sayang kan ada buku enggak dibaca, apalagi waktu dapetinnya seneng banget. Masa udah ada dicuekin?

Jadi, masih berapa buku yang belum selesai dibaca dari paket hadiah itu? Lolita, Honeymoon with my Brother, apa lagi ya? Males nerusinnya. Aaaah….penurunan kuantitas dalam membaca buku nih tahun ini.


ReviewReviewReviewJun 8, '09 11:15 PM
for everyone
Category:Movies
Genre: Drama
Pemain :
Tika Putri
Oka Antara
Reza Rahadian
Mathias Muchus
Jajang C. Noer

Sutradara :
Fajar Nugros

Penulis :
Ginatri S. Noer

Sebenernya sih, Queen Bee, bukan Ratu Lebah. Abisnya, Ratu Lebah mengingatkan gue sama postingan gue setahun lalu tentang pemred yang sempat marah-marah sama gue gara-gara kue-kue kecil. Gue bahkan pernah mencoba nulis cerpen tentang itu, tapinya malah jadi panjang, terus enggak beres-beres. Huihuihui. Ah ibu itu emang senang menyengat. Kabarnya beliau ditawari untuk jadi menteri, entah menteri apa. Haduh jadi bergunjing.

Adalah Queenita Siregar, anak politisi yang kehidupannya berubah setelah ayahnya menjadi calon presiden. Tiba-tiba rumahnya dijagain pasukan berseragam, dan neng Queen ini dikawal kemana-mana sama ah-siapa-itu-namanya-yang-cuma-berupa-kode-kode-dan-sampe-akhir-film-
ga-ketauan-siapa. Dan bahkan, diikutin sampe ke toilet. Emang sampe segitunya, ya? Bokapnya kan belum jadi presiden juga.

Terus, jadi anak calon presiden yang dijagain paspampres ternyata enggak ngejamin lo bebas dari gencetan. Bagian ini mengingatkan gue sama kasus senior yang memeras adik kelasnya demi menggelar pensi terheboh di salah satu sma. (Gue sekolah di kota kecil sih, ga ngerasain heboh-hebohnya pensi. Jarang banget ada artis). Nah, Queen didesak sama ketua panitia pensi di sekolahnya untuk minta duit ke bokapnya (dalam jumlah yang ga tanggung-tanggung: 100juta!).

Queen mendapatkan uang itu (oh god! 100 juta untuk pensi??uang 100juta dipercayakan pada anak sma cuma buat pensi??). Tapi ia berubah pikiran, bukannya memberikan uang itu untuk pensi, ia memberikannya pada Bagas, cowok kecengannya yang kerja di LSM yang menangani bencana-bencana alam.

Taunya, tindakan itu salah juga. Ah udah ah ceritanya ntar keburu spoiler. Hihihi.

Hmmm, ceritanya sih lumayan, terlepas dari kelebayannya. Bisa dinikmati lah, terus warna-warni, remaja banget. Gue suka posternya. Kalo gue masih SMA dan belum terkontaminasi sinisme, pasti gue udah ngasih bintang lima buat film ini. Tapi yah, karena banyak bagian yang lebay, termasuk iklan sunsilk terselubung tentang cara-cara menggunakan conditioner yang benar, sedikit ilfil sih. Terus, pidato-pidatonya juga agak-agak ngebosenin (iyalah namanya juga pidato).

Tema utamanya adalah tentang kepercayaan, memercayai anak muda. Bahwa pemuda yang kelak akan menjadi pemimpin bangsa ini. Yaaa, walaupun pada akhirnya, si pemuda itu, sudah tua renta saat jadi pemimpin tertinggi. Hihihi.


**hmmm, akhirnya punah janjiku pada Nugros**






ReviewReviewReviewReviewApr 27, '09 11:10 PM
for everyone
Category:Movies
Genre: Documentary
Mengejar Ombak is directed by Dave Arnold and Tyrone Lebon and produced by Dave Arnold and Laurence Ellis. The film had its World Premiere at X-Dance Film Festival on Friday January 16th in Salt Lake City, Utah, a sports documentary festival that runs in conjunction with Sundance Film Festival (more info on the festival can be found at www.x-dance.com). A further showing will be hosted by Hurley International on January 29th in Los Angeles. Premieres are planned for Indonesia (Cimaja, Jakarta, Bali) in late February and London in mid-March.


Sungguh, aku tak tahu menahu soal pelm apa ini tadinya. Judulnya aja udah ga penting. Hihihi. Apa bedanya sama Mengejar Matahari?

Awalnya adalah ajakan neng eumbeum di YM, jam lima sore kemaren. Bu, mau nonton gala premier ga?

Mau. jawabku segera. Kapan?

Tar malem, 7.15.

Bertolaklah aku ke Blitz Grand Indonesia, nyampenya barengan sama dia yang jalan dari MetroTV. 7.30. Mengira kalo gala premier ini bakalan ngaret seperti acara-acara serupa, gue nyantei-nyantei aja. Taunya, pelmnya udah dimulai, dan kami kebagean dua kursi sisa di barisan paling depan (masih mending dibandingin mereka yang pada duduk di bawah. hihihi)

Filmnya, kok slide show foto ya? Dengan testimonial orang-orang tentang kemiskinan.

Beberapa menit kemudian, kok...udahan sih? Gue dan Eumbeum saling berpandangan? Apa? Udah selesai aja nih filmnya? Trus, apa maksudnya mengejar ombak?

Hehehe, ternyata itu cuma additional movie aja. Dan Mengejar Ombak belum dimulai.

Dede Suryana, surfer asal Cimaja, Pelabuhan Ratu yang baru memenangkan medali emas dalam Asian Beach Games di Bali tahun 2008 ini adalah tokoh utama film ini.

Gue ngakak, waktu ibunya ngomong. Soalnya sunda pisan, udah gitu istilah-istilah yang dia gunakan, entah kenapa lucu banget. Satu lagi sama si bule entah siapa namanya yang ngasih testimonial soal kemampuan berselancar bocah kelahiran Garut, 23 tahun lalu itu. Lucu, soalnya dia ngomongnya sambil mabok, dengan berkaleng-kaleng dan berbotol-botol bir di mejanya.

(ah salah nih, mestinya gw nulis ini diblog, bukan review...soalnya gw malah lebih seneng nyeritain pengalaman gw daripada pelm ini. hahaha).

Setelah nonton pelm yang keren ini (bikin gw berpikir; setiap orang pasti pernah ngalamin keadaan terpuruk dan ngerasa di bawah, tapi lo ga boleh terpukau dengan keadaan itu dan terus-terusan menyesali diri), gw heran, kok tak ada seorang pun yang beranjak pergi? Taunya masih ada pelm satu lagi. hihihiw. Judulnya Jangan Ada Kusta Di Antara Kita.

Ceritanya ibu (hadoh lupa lagi namanya), dia ngemis di jalanan Makassar dan kena kusta sampe jari-jari tangannya ilang. Yang menarik, satu-satunya anak yang pernah ia sekolahkan, kini jadi pemaen sepak bola. Amazing aja, Ibu itu di rumahnya yang sempit dan kotor, menonton anaknya di tipi, sedang di Perancis, maen bola lawan Rusia, dan menang pula.

Begitu film ketiga berakhir, kami masih nungguin kalo-kalo ada film lainnya, ternyata udah nggak ada, maka kami beranjang dari situ. Setelah lampu dinyalakan, baru ngeh klo penontonnya 80% bule. Hihihi. Sampe drooling liat cowok-cowok tinggi ganteng berbadan surfer berkeliaran di blitz malam itu.

Dan oh, di daerah sana kok ramai sekali, ya? Jangan-jangan ada Dede Suryana di sana? Haw haw haw. Masa sih?

Dan ternyata benar, karena ibunya Dede ada juga di situ, dan duduk di sebelah kami. Selama lima belas menit duduk begitu, cewek-cewek berdandan supermodel udah bolak balik nyapa ibu itu dengan sok akrab, kayaknya minta dipulung mantu. Hahahaha. Iyalah, Dede kaya raya sekarang. Huahahaha. Sirik ajah.

Lalu si neng Eumbeum melihat dua bule yang Edward Cullen look-a-like, juga Jasper look-a-like yang super tinggi kayak tiang telepon.

Hihi, malam yang menyenangkan....sayang enggak bawa kamera. Heuheuheu.

http://www.chasingwaves.com/home.html


ReviewReviewReviewApr 27, '09 3:11 AM
for everyone
Category:Books
Genre: Literature & Fiction
Author:Truman Capote
[nggak yakin mau ngasih bintang berapa]

ISBN: 978-979-024-107-7
164 hal. HVS
Ukuran: 13 x 20,5 cm
Terbit: Februari 2009
Harga: SC: Rp. 27.900,00
Penerjemah: Berliani Nugrahani
Penerbit: Serambi

Entahlah, mungkin karena i'm not that into classics, jadi kurang bisa menikmati. Padahal buku ini adalah salah satu buku penting yang memengaruhi budaya pop. Tapi, i'm not that into pop juga sih. Huahaha. Jadi yang bener yang mana nih? Klasik atau Pop? Udah tua banget sih ya, terbitnya di tahun yang sama dengan tahun lahir ibuku.

Holly Golightly. Namanya aja udah panggung banget ya? Dikenal sebagai socialite. Mirip Julia Perez jaman dulu kali ya? Seleb gitu, tapi gak jelas artis apaan, tapi masuk infotainment mulu.

Ini deskripsi dari web penerbitnya: Holly Golightly, seorang wanita muda misterius berjiwa bebas yang menjadi pujaan kaum pria kelas atas New York. Orang-orang mengenalnya sebagai ratu pesta, simpanan jutawan, dan sekaligus kaki tangan Mafia.

Gue mikirnya udah yang berat-berat aja, intrik ala Godfather pas baca kata mafia itu. Hihi, padahal gak sampe segitunya. Ini cerita yang sederhana sih, yah cocok lah untuk setting akhir tahun empat puluhan.

Untungnya sih tipis, jadi selesai aja dalam satu hari. Klo kayak Snow yang penampilannya aja udah bikin ngantuk, pasti udah males duluan.

Jadi pengen nonton filmnya sih...



ReviewReviewReviewReviewApr 17, '09 4:21 AM
for everyone
Category:Books
Genre: Childrens Books
Author:Michael Buckley
Sekali lagi, terkutuklah Michael Buckley, karena telah menulis serial The Sisters Grimm yang SULIT SEKALI DIDAPATKAN DI INDONESIA! (dan terkutuklah penerbit yang cuma nerjemahin satu buku aja, dan terkut...eh makasih buat Neng Gina yang suatu hari menulis reviu tentang Sisters Grimm) Fiuh. Untunglah ada orang baik hati yang ngasih Sisters Grimm kelima sebagai hadiah ulangtahun untuk Icha. Jadi kan, aku bisa minjem.

FYI: aku baru punya yang nomer 2 sama nomer 4, jadi kalo ada yang mau ngasih yang nomer 1,3,5,6,7, dengan senang hati akan saya terima.

Tak butuh waktu lama menyelesaikan buku ini. Seperti biasa, Buckley dengan piawainya membuat buku ini sangat enak dibaca. Walaupun kadang-kadang gw suka ngerasa kalo Sabrina tampak terlalu dewasa untuk seseorang yang baru berumur dua belas tahun.
-------------------------------------
SPOILER ALERT (eh, spoiler buat siapa juga? secara ketiga penggemar setia Grimm udah baca)
-------------------------------------

Baba-Yaga, penyihir yang paling kuat di Ferryport Landing kehilangan tongkat sihir Merlin miliknya, dan ia langsung menuding Sabrina sebagai pencurinya. Ia mengancam akan membunuh Sabrina jika ia tidak mengembalikan tongkat sihir tersebut (haduh, repot banget ya jadi detektif dongeng, masih kecil udah dihadapkan pada serangkaian kejadian yang beresiko kematian). Nenek Relda menjamin bahwa Sabrina bukan pelakunya dan berjanji akan mencari pencuri sebenarnya. Baba Yaga, penyihir Rusia yang senang menculik anak kecil ini hanya memberi waktu satu hari untuk menemukan pencurinya, kalau tidak, nyawa Sabrinalah taruhannya.

Tak berapa lama kemudian, Morgan le Fay, salah satu penyihir dari cerita King Arthur, juga kehilangan Jamnya.
Pencuri itu meninggalkan jejak. Sebuah lubang tikus.

Belum selesai masalah pencurian ini, Major Heart (Ratu hati dari cerita Alice in Wonderland), walikota baru Ferryport Landing yang berhasil menggulingkan Prince Charming, membuat sebuah kebijakan baru mengenai pajak. Setiap penduduk manusia (yang bukan everafter) dikenakan pajak yang nilainya bisa mencapai seratus ribu dolar, yang bila tidak dibayar, kau terusir dari Ferryport Landing.

Nenek Relda segera membayar pajak itu dan membuat Walikota Heart gondok. Ia malah melakukan perhitungan ulang dan menyuruh keluarga Grimm membayar pajak lagi sebesar 300.000 dolar. Nenek Relda mulai kewalahan.

Sementara itu, Mr.Canis mengajak Sabrina dan Daphne untuk berlatih mengendus jejak. Saat kedua gadis itu berhasil menemukannya, Mr.Canis malah berubah jadi Serigala Jahat dan bermaksud memangsa mereka berdua.

Untungnya ada dua gadis dewasa yang membantu mereka -- yang ternyata adalah Daphne dan Sabrina setelah dewasa. Tapi tunggu, kok?

Euw euw euw....setelah Sabrina dan Puck ciuman di buku ketiga (hiwhiwhiw), di buku kelima ini diliatin sepenggal kehidupan Sabrina-Daphne-Puck setelah dewasa. Puck gak senyebelin di buku-buku sebelumnya. Dan everafter berumur ribuan tahun yang bersarang di tubuh anak umur 11 tahun itu tumbuh dewasa. Padahal lucu baca Puck nyebelin, yang ngegambarin muka Sabrina pake spidol permanen, atau bikin jebakan-jebakan jorok menjijikkan. Lebih lucu, makin nampol pengen naboknya. Hihihi.

Di buku kelima ini, Sabrina sama Puck menikah! Hihihihi. Lutuna.....

Gak sabar pengen baca yang keenam. Yang ketujuhnya akan terbit bulan Mei 2009 ini. Hohoho....Betapa aku menginginkan gratisan. Keseluruhannya. SEMUANYA. Grrrrrrggghhhhhh (loh kok menggeram?)

Dan inilah sodara-sodara, cikal bakal candu Sisters Grimm itu: http://gintsya.multiply.com/reviews/item/70 (euwww...udah dua taun yaaa?)


ReviewReviewReviewReviewMar 26, '09 11:03 PM
for everyone
Category:Books
Genre: Literature & Fiction
Author:Xinran
'Whatever happens,
remember one thing:
just staying alive
is a victory'


Xin Ran, penulis buku ini yang merupakan penyiar, telah lama mendengar rumor tentang seorang tentara Cina yang secara brutal diumpankan pada burung-burung Nasar pada masa pembebasan Tibet oleh tentara Cina pada tahun enampuluhan. Maka, saat seorang pendengar radionya bercerita tentang Shu Wen, ia segera menempuh perjalanan ratusan mil jauhnya ke Cina untuk mewawancara Shu Wen. Dalam waktu dua hari, wanita itu mengungkapkan kisah hidupnya yang keras dan terjal selama tiga puluh tahun berada di Tibet.

Sejatinya ini adalah kisah cinta, dan bukan kisah cinta biasa, bahkan menurut saya lebih dahsyat dari kisah Romeo-Juliet, atau Layla Majnun, atau Edward Cullen dan Bella Swan. Seperti kisah cinta lainnya, cerita ini diawali dengan pertemuan yang sederhana. Shu Wen dan Kejun sama-sama menjadi mahasiswa kedokteran di Cina. Shu Wen mengagumi Kejun sejak kakak angkatannya itu menenangkannya saat kuliah pembedahan. Pada masa itu, perjodohan mulai dihapuskan dan orang-orang di Cina bebas memilih pasangannya masing-masing. Mereka menikah.

Pernikahan itu baru berlangsung seratus hari ketika Kejun mengikuti program Bela Negara dan ditugaskan ke Tibet untuk menjadi dokter tentara. Dengan berat hati, mereka berdua berpisah.

Hanya selang beberapa waktu saat Shu Wen mendapatkan kabar bahwa suaminya meninggal dalam sebuah kecelakaan. Hati kecilnya menolak kenyataan itu. Ia memutuskan untuk bergabung dengan ketentaraan dan mencari suaminya di Tibet. Ia memasuki tanah itu tanpa persiapan apapun. Kesunyiannya, ketinggiannya, dan kehampaannya begitu mengerikan. Namun, keinginannya yang kuat untuk menemukan Kejun mengalahkan semua ketakutannya. Ia berpisah dengan resimennya saat bertemu dengan sejumlah orang Tibet yang mengikuti rombongan mereka dan membunuh sopir-sopir truk saat mereka lelap, sehingga mereka terpaksa harus meninggalkan kendaraan mereka satu persatu.

Ia bisa meninggal dalam pelariannya dari pasukan Tibet jika saja ia tidak ditolong oleh sebuah keluarga nomaden yang merawatnya dan mempersilahkannya tinggal bersama mereka. Ia bertransformasi dari seorang dokter Cina, menjadi wanita Tibet nomaden yang ditempa kerasnya relief alam Tibet, jauh dari peradaban, dari manusia lain. Ia lupa hari dan bulan, tetapi tekadnya untuk mencari suaminya tak pernah surut.

Kejelasan nasib suaminya datang tiga puluh tahun kemudian, setelah ia berkelana dari gunung ke gunung, melewati lembah, berbagai musim, kehilangan, dan kematian.

***

Sky burial atau pemakaman langit adalah salah satu tradisi bangsa Tibet dalam memakamkan orang yang sudah meninggal. Tubuh jenazah dipotong-potong hingga beberapa bagian, kemudian di bawa ke puncak gunung agar burung-burung Nasar bisa memakannya. Mereka percaya arwah yang meninggal akan tenang dan diterima jika burung Nasar memakan habis tubuhnya. Biasanya, yang pertama kali disajikan untuk burung-burung ini adalah belulangnya, baru kemudian seluruh bagian tubuhnya yang lain. Filosofinya adalah, rezeki untuk seluruh makhluk di bumi. Bahkan setelah meninggal pun, kita masih bisa memberi untuk makhluk hidup yang lain.

Praktek ini sempat dilarang pemerintah Cina di tahun limapuluhan kebrutalannya. Namun, tahun 80-an larangan itu dicabut.

Buku ini, memuat sebuah kisah cinta yang luar biasa, pengorbanan seorang perempuan yang mencintai suaminya hingga rela terkatung-katung di tanah asing dengan budaya yang sama sekali berbeda. Kita bisa menyebutnya konyol, rela memberikan keamanan dan kenyamanan di negara asal demi mencari seseorang yang bahkan tak tahu apakah ia masih hidup atau sudah meninggal. Dalam kondisi peperangan pula. Tetapi bukankah, seringkali cinta itu buta dan destruktif? *Jia*


ReviewReviewReviewMar 4, '09 2:19 AM
for everyone
Category:Books
Genre: Mystery & Thrillers
Author:Neil Gaiman
[HarperCollinsPublishers, 2008]

Ini cerita yang tragis.

Pembunuh itu melewatkan si Bayi! Ia telah membunuh seluruh anggota keluarga di rumah itu, tetapi melewatkan si Bayi! Entah kenapa, Bayi nakal itu merangkak merayap menuju kuburan saat Si Pembunuh membantai semua orang di rumah itu.

Si Bayi masuk kuburan. Mrs. Owen yang pertama kali melihatnya. Pembunuh mengejarnya hingga kuburan. Bayi itu harus ikut mati. Mrs. Owen menyembunyikannya. Anak ini akan hidup.

****

Buku ini menceritakan petualangan Nobody Owens di pekuburan. Diadopsi oleh sepasang hantu, Mr dan Mrs. Owen, ia belajar tentang hidup di tanah orang mati.
Konsep ceritanya sih seru, tapi, so so sih. Entah apakah karena gw udah mulai bosen baca buku kayak gini ya? (bahkan nulis reviewnya aja males)


Nobody Leaves.

Hear this tragic tale: a sleeping family, a talented murderer, and an adventurous toddler — orphaned, but not assassinated. Small and alone, by accident and luck he escapes the scene of the crime and climbs a grassy hill to safety. At the top of the hill the boy finds a fence, and on the other side, a dark, quiet place.

And what is to become of him?
Nobody Stays.

The boy is welcomed on the hill where the dead do not sleep, and the graveyard residents rally to protect him. For outside the fence that separates a city from its ghosts, a dastardly killer is patient and persistent. The danger is real, and it is alive. It is hunting, and wise, and evil. A little child must not be left to the merciless knife of a professional fiend.

But who will watch over him?
Nobody’s Home.

The chattering dead make a pact. A decision is made, and shelter is granted to the tiny fellow, who has no inkling of his peril. He has no parents, no place, and no name. But the kind-hearted spirits will not let him freeze, or starve, or meet his end by a murderer’s blade. They wrap the breathing boy in a shroud. They call him Nobody, for he looks like nobody but himself.

Mr. and Mrs. Owens, a Partnership. Married for 250 years yet childless all this time, they adopt the yellow-haired boy as their own and love him accordingly. They bring him into their lovely little tomb by the daffodil patch, and there they raise him to be clever and careful. They raise him to be wary of the living.

Silas, a Caretaker. The graveyard’s caretaker serves as Nobody’s guardian until he might guard himself, for the insubstantial dead must stay with their bones — and they have no means to nourish a living child. Teacher, counselor, and vigilant champion, Silas is not alive, but he is not dead. And unlike the ghosts, he may move among the living in order to acquire food, medicine, and other necessities.

Miss Lupescu, a Teacher. Foreign and strange, and a terrible cook, Miss Lupescu serves as substitute guardian and general tutor when Silas is called away. She may seem cold and somewhat uncaring, but she is a formidable woman and she has vowed to watch over Nobody, whether he wants her to or not.

Liza Hempstock, a Witch. She might be dead, but she still has her magic. Buried in the potter’s field outside the confines of the blessed graveyard property, she wishes for a headstone to mark her resting place and she wishes for a friend. One part trickster and one part helping hand, Liza is fickle but mostly fair … and honestly fond of the living boy from the next patch over.

Scarlett Amber Perkins, a Girl. The cemetery’s dead children make good playmates, but sometimes a living boy might wish for a bit of living company. Scarlett Amber Perkins roams the park beside the cemetery; her mother thinks that her daughter has found an imaginary friend. But as the little girl grows up, Nobody becomes harder and harder to explain away.
Nobody’s Safe, Not Living or Dead

The graveyard is a sacred place and well tended by its various attendants. It is quiet and homey, and there are worse places by far where a boy might grow up. But that is not to say that Nobody’s life is altogether simple or secure. Here and there lurk dangers unexpected and perils uncharted by the living. Though Nobody’s teachers instruct him in the ways of magic and caution, there are some threats a boy must face alone — and some lessons he must learn for himself.

The Ghouls. With their silly titles and preposterous claims to fame, the ghouls are violent, strong, and perfectly daft. Their gate is a dangerous, tempting place; and Nobody knows how to find it. He even knows how to open it.

The Sleer. At the bottom of a very dark barrow, beneath a hill, in a pit lost to history and myth, an ancient creature called the Sleer waits for its master to return. It hunkers deep below the earth with three objects of uncertain value and power—which it guards with threats and malice.

Every Man Jack. The less that is said of Jack, the better. His nature is an elaborate puzzle — a series of painful questions with answers that slit throats and break bones. What fiend would murder a family while it slept? What monstrous brute would seek to slaughter a toddling child in its crib? This Jack has his reasons, and those reasons reek of evil and rot. He’ll spare no trouble and show no mercy in his quest to end the boy called Nobody Owens.



Category:Books
Genre: Other
Author:Sidney Heron
Grey’s Anatomy Guide to Healing With Love

Judul : Guide to Healing with Love with Dr. Sidney Heron
Penulis : ABC Studios
Penerbit : Hyperion
Kota Terbit : New York, 2008
Jumlah Halaman : 185 hlm
Harga : Rp 224.000,- di Gramedia GI

Pertama-tama, maafkanlah gue karena buruknya pemakaian bahasa dalam review ini. Heuheuheu. Kalo lagi bersemangat emang suka ngasal. Kalo lagi bete juga suka ngasal. Kalo lagi males juga suka ngasal. Ah pokonya intinya emang selalu ngasal. Hahahaha.

Waktu liat bukunya di Gramed GI hari sabtu kemaren dan membaca bahwa “pengarangnya” adalah Dr. Sidney Heron, salah satu karakter dalam serial Grey’s Anatomy, gw langsung mikir : eh, lucu juga ya? Di halaman dalamnya, ada pengantar dari Dr. Richard Webber, chief surgery di Seattle Grace Hospital. Lagi-lagi karakter fiktif. Tanpa pikir panjang lagi, gue belilah buku itu.

Ternyata,

Asik.

Di serialnya, Sidney Heron bagi gue adalah karakter tambahan yang kadang-kadang annoying. Uh, kayak pengen ikut campur masalah orang gitu. Keliatannya dia juga enggak gitu disukai sama orang-orang lainnya. Tapi, dia orang yang sangat positif. Dia seneng bantuin orang lain, walau kadang-kadang Cuma dimanfaatin aja.

Nah, buku ini, semacam buku self-healing gitu deh. Terlepas dari kasus-kasusnya yang ngambil dari cerita Grey’s Anatomy, buku ini berguna banget bagi kalian yang lagi patah hati ataupun lagi terpuruk. Yah yah yah, bukankah Grey’s Anatomy sangatlah drama? Dan Meredith Grey adalah ratunya.

Gaya bahasanya asik. “Sidney Heron” seolah-olah sedang berkomunikasi dengan pembacanya, membukakan aib-aib para tokoh dalam Grey’s Anatomy. Heuheu. Buku ini dibagi ke dalam tiga bagian; The Principles of Healing with Love yang terdiri dari:
1. Love in the Present moment. Katanya, kita harus menyikapi masalah dengan cinta. Tapi jangan terlalu banyak, karena nantinya akan jelek juga. Contoh kasus: kalo istrimu selingkuh sama teman baikmu dan kamu pindah ke Seattle untuk menenangkan diri, janganlah pergi ke bar mabuk-mabukkan, lalu besoknya nyadar kalo cewek one night stand lo adalah anak magang lo. Kata Heron, itu healing with to much love.
2. Say Buh-Bye to Stinkin’ Thinkin’. Artinya, jauhi pikiran negatif. Nah ini bagian yang paling gue suka. Karena gue, seneeeeeng banget mikir negatif. Terbukti dari cerpen-cerpen gue yang enggak hepi ending. Awali hari dengan hal-hal positif. Jangan kayak Meredith ya, pagi-pagi males ngantor sambil mikirin kematian. Ehhh…tiba-tiba dia bener-bener nantang malaikat maut dengan megangin bom di tubuh seorang pasien. Kalo tangan lo bergerak sedikit aja, bom itu akan meledak.
3. Appreciate Appreciation. Embrace your friends. Jangan pendem sendiri masalah lo, datengin temen-temen lo. Dengarkan mereka. And appreciate the good things in your life. I believe, hal-hal baik lebih banyak daripada yang negatif.
4. Become a Cheerleader (of Love). Beuh, liat judulnya aja udah jijay. Kakakak. I’m not one of those who read self-healing books. My specialization is in novels. Kata Heron, kamu harus menyebarkan cinta sebanyak-banyaknya. Oh ya, di bagian ini, Heron cerita soal “kisah cinta”nya sama McDreamy. Hadooowww…kegeeran banget siihhhhh, nganggap kalo Derek menganggap serius hubungan itu. Dia kan lagi bingung antara Meredith sama Addison.
5. When in Doubt, Just Hug it Out. Gue juga suka bagian ini. Kalo lo punya masalah, jangan lari. Hadepin. Karena lo pasti akan menemui kegagalan, somewhere in your road of life.

Bagian keduanya adalah Healing Relationship with Love. Ada enam kasus.
1. Pick me. Choose me. Love me. And Mean It! (ahahaha gw hampir bisa membayangkan suara Meredith ngomong begini). Itu doa gue juga.
2. Nobody’s Perfect. Not Even You, Mr. Shaky Hands. Oh, bagian ini tentang jangan jadi robot. Lo nggak bisa melakukan semuanya dengan sempurna sesuai dengan keinginan lo. Daripada nyari kesempurnaan, mending nyari excellence.
3. Honesty and You. Pesannya jelas, jangan suka boong.
4. Cheating Is for Losers. And You Are A winner. Even if Your Man Cheat On You With a Supermodel. Fufufu. Balas dendam itu buang-buang waktu. Katanya, kita harus ngegali dua kuburan dulu sebelum melakukan balas dendam. Means, gak akan ada yang menang.
5. You’re Not My Girlfriend, Okay? Auch. Perih banget kan digituin? Apalagi sama dokter magang lo sendiri? Padahal kita jauh lebih keren dari dia. Lengkap deh betenya Addison. Udah ditinggalin Derek, kejebak sama Mark the Manwhore. Eh terus, digituin juga sama Alex. Bagian ini tentang apa yang sebaiknya lo lakuin setelah ditolak. Selalu ada hikmah dibalik semua kesialan. :D
6. Law of Attraction – The Manwhore. Kata Heron, manwhore bisa sembuh kalo niat. Seriusan? Sekali manwhore tetep manwhore. Di sini, dia juga bilang to stay away from manwhore. Gak ada gunanya having relationship with a manwhore. Iyalah, mereka gak suka komitmen. Mau ada hubungan gimana?


Terus, bagian ketiganya adalah Healing Yourself With Love.
1. How to Heal After Cutting Your Boyfriend’s LAVD Wire and Killing Him – All While Wearing Your Prom Dress. Episode ini emang depresif. Hampir semuanya kena patah hati. Demi mendapatkan donor jantung buat Denny, Izzie motong kabel LAVD, mesin yang membuat jantung pacarnya kuat. Soalnya selain Denny, ada orang laen yang butuh banget jantung itu. Untuk membuat dia diprioritaskan, Izzie motong kabel itu. Sayang, itu malah membunuh Denny. Kalo gue sih, gak tau mesti ngapain seandainya melakukan hal itu. Tapi setiap orang punya cara buat melepaskan diri dari rasa bersalah, untuk menyembuhkan diri sendiri dari luka seperti itu.
2. Kickass Surgery or Pony Birth? The Choice is Yours. Yes, ngambil keputusan itu emang sulit, tapi itu harus dilakukan.
3. I Can Build a Clinic Too. Kalo lo bisa, gue juga bisa. :D
4. To Follow or Not To Follow… Your Mommy’s footstep.
5. Get Over It! Seriously!
6. Loving Yourself – Dead or Alive.

Hihihi, tiga chapter terakhir belum gue baca. Ah, pokonya buku ini lucu. Dan asik. Dan seru. Jadi pengen nonton lagi Grey’s Anatomy ah.


ReviewReviewReviewJan 6, '09 11:11 AM
for everyone
Category:Books
Genre: Literature & Fiction
Author:Sekar Ayu Asmara
Pintu Terlarang | Sekar Ayu Asmara | Penerbit Akoer | 2005


Perfection. Perfection. Perfection.

Tiga kali pengulangan kata Perfection itu pernah menghuni status YM saya selama berhari-hari pada tahun 2005, saat saya berkali-kali menemukannya dalam sebuah buku yang saya baca pada medio tersebut.

Kata yang disebutkan tiga kali mengandung daya magis, atau setidaknya, membawa sugesti bagi penyebutnya. Seperti sebuah mantera, bagaikan kata sihir yang tak berdaya jika hanya disebutkan sekali.

Adalah Talyda, tokoh dalam buku ini yang tergila-gila pada kesempurnaan. Baginya, kesempurnaan itu tidak datang begitu saja. Ia harus diusahakan. Talyda menghendaki segala sesuatunya sempurna, seperti yang ia inginkan. Begitu berartinya kata ini, penulis sampai mengulang-ngulangnya berkali-kali hampir di setiap halaman.

Perfection, perfection, and perfection. Tiga jurus mencapai kualitas hidup terbaik.

Formula ini yang membuatnya percaya diri – terlepas dari riwayat keluarganya yang kelihatannya sudah sempurna. Formula ini yang membuatnya menikahi Gambir, seorang pematung, yang dianggap tak berguna dan tak dapat menghidupi diri bagi ibundanya sendiri. Talyda mapan secara finansial sehingga hanya bermodalkan cinta-pun pernikahan bisa sempurna.

Dari awal cerita, jelas bahwa Talyda mengendalikan hidup Gambir. Gambir menjelma menjadi pematung terkenal dengan karya-karyanya yang diburu korektor adalah jerih payah Talyda. Berulang-ulang Talyda menanamkan itu di benak Gambir. Lelaki itu benar-benar boneka yang dikendalikan Talyda.

***
Aku, seorang anak berusia sembilan tahun yang selalu menjadi bulan-bulanan kedua orang tuanya. Setiap apa yang dilakukannya memicu penyiksaan-demi penyiksaan oleh ibunya, yang kemudian diperparah saat sang bapak datang.

***
Ranti, seorang jurnalis yang membuat cerita tentang ‘dia’, seorang skizofrenia yang terjebak dalam usia belia, delapan belas tahun terkurung dalam rumah sakit jiwa. Bersamanya, Dion, seorang fotografer. Mereka menjalin cinta yang tak direstui oleh mama dan sahabat Ranti, Agni. Sebuah klimaks menjungkirbalikkan cerita ini dalam ending yang mengejutkan.

***
Ketiga kisah itu, diramu dalam bahasa yang manis, santun, romantis, ringan mudah dicerna, puitis namun tidak berlebihan (mengingatkan saya sama cerpen-cerpen Pry), menyajikan sebuah cerita yang tragis, sadis, ironis, tak disangka-sangka. Mengangkat isu aborsi dan kekerasan dalam rumah tangga, kisah ini bisa terjadi nyata dalam keseharian. Bahwa kekejaman terkadang datang dari malaikat pelindung kita….


Ps: gara-gara filmnya mau rilis bentar lagi, saya jadi baca ulang bukunya. Penasaran.


ReviewReviewNov 24, '08 12:08 AM
for everyone
Category:Books
Genre: Romance
Author:Chris Manby
Ready or Not
Chris Manby
Hodder, 2005

This is a plain chicklit.

Tentu saja ini chicklit. Apa lagi yang diharapkan? Dari cover depannya yang ungu itu aja udah keliatan. Tapi apa hubungannya ya, pelican bawa-bawa kantong belanja sama isi bukunya?

Eh, ini udah diterjemahin ke dalam bahasa Indonesia belum ya?

***
Pernikahan Heidi Savage dengan Ed Gordon tinggal menghitung hari. Sejak Ed melamarnya di puncak menara Eiffel setahun lalu, Heidi disibukkan dengan pernak pernik persiapan menjelang hari bahagianya itu. (yea rite…you still reading those craps, Jie?)

Tapi kemudian, saat program radio tempatnya menjadi produser mengangkat topik single parent, ia bertemu dengan seseorang yang tak ia duga. Steven Gabriel, mantan pacarnya tujuh tahun lalu, menjadi narasumber dalam acara tersebut. Tak jadi masalah jika yang datang adalah mantan yang lain. Tetapi ini Steven. Lelaki yang tiba-tiba meninggalkannya tanpa alasan. Lalu kembali, drop dead gorgeous. Apalagi tiba-tiba Heidi melihat Ed sebagai bocah kecil dalam tubuh orang dewasa. Kawan-kawannya bermain rugby becandanya berlebihan. Puncaknya adalah saat teman-temannya itu mencukur habis semua rambut di tubuh Ed, termasuk alisnya. She felt a huge disgust. (gue juga sih…kalo tiba-tiba calon suami gue botak tanpa alis)

Sebenarnya nggak ada yang salah dengan Ed. He’s nice, he loves her so much. Selalu siap sedia dengan hadiah-hadiah keren di hari-hari istimewa. Tapi…ada urusan yang belum selesai dengan Steven.

Yah, standar lah…kehadiran orang ketiga menjelang pernikahan, keraguan, ketakutan-ketakutan yang tiba-tiba muncul. Gimana kalau gue ga bisa ngurus anak? Gimana kalau gue nelantarin anak gue? Gimana kalau dia bukan orang yang tepat? Is it happening to everyone when they were going to get married?

But, ready or not….



ReviewReviewReviewReviewNov 16, '08 10:03 PM
for everyone
Category:Books
Genre: Literature & Fiction
Author:Dave Barry, Ridley Pearson


Saya kecewa.

Dulu, waktu baca buku pertamanya, Peter and The Starcatcher, bukunya amburadul berantakan lembaran-lembarannya. Bindingnya jelek. Penerbitnya Qanita. Dua tahun kemudian, diterbitkan sama Mizan Fantasi, saya menemukan hal menyebalkan lain : sekitar sepuluh halaman di bagian terakhir, pas lagi seru-serunya, ilang.

Bikin ilfil.

Terus, covernya ga asik. Jelek.

Gimana sih Mizan?

ReviewReviewReviewNov 3, '08 12:16 AM
for everyone
Category:Books
Genre: Literature & Fiction
Author:John Connolly
The Book of Lost Things
John Connolly



Awalnya, saya merasa bahwa buku ini tidak terlalu menarik. Settingnya jaman perang dunia pertama, jenis cerita yang saya malas membacanya. Saya tidak suka cerita perang. Alkisah, David, seorang bocah lelaki belasan tahun melakukan segala cara yang diketahuinya agar ibunya tidak meninggal. Ibu tersayangnya mengidap penyakit dan setiap hari keadaannya semakin memburuk. David melakukan ritual-ritual setiap pagi, mengecek kedua telinganya ada di tempatnya, menghitung seluruh anggota tubuhnya. Dengan begitu, dia merasa, ibunya akan tetap hidup.

Tetapi upaya itu tentu saja sia-sia. AKhirnya ibunya meninggal, lalu David dan Ayahnya diselimuti duka. Tetapi tak butuh waktu lama bagi Ayah David untuk menemukan pengganti ibunya. Rose segera menjadi ibu tiri David. Memang bukan jenis ibu tiri jahat seperti di dongeng-dongeng itu. Rose baik banget malah. Tapi David tak terima ayahnya menikah lagi, dan melupakan ibunya. Keadaannya semakin memburuk bagi David saat Rose melahirkan adik tirinya, Georgie.

Untuk menghindari perang, mereka pindah ke rumah Rose yang jauh dari area peperangan. Rumah itu sudah tua, tetapi menguntungkan karena ayah David jadi lebih dekat menuju tempat kerjanya.

David tinggal di sebuah loteng tempat menyimpan buku-buku. Buku-buku itu senang berbisik-bisik. Hal ini juga yang mengakibatkan ia harus mengalami beberapa sesi bersama psikiater.

Suatu hari, memenuhi panggilan ibunya yang sudah meninggal, David memasuki sebuah lubang di pohon yang mengantarnya ke dunia yang sama sekali lain. Yah…mirip-mirip jalan ke dunia Narnia lah. Hanya saja, dunia ini tak bernama. Di sana, ada lelaki bungkuk yang biasa disebut manusia jahil. Hampir seluruh penghuni dunia ini segan dan takut padanya. Selama ini sosoknya misterius. Ia hanya muncul sesekali di hadapan David, menawarkan kesepakatan.

Dengan segera, kedatangan David diendus oleh makhluk-makhluk dunia itu. Kawanan Loup, mutan serigala yang berniat menggulingkan kekuasaan raja, memburunya. Semua mahkluk kelaparan dan kejam di dunia ini. Di dalam dunia aneh ini, David dibantu oleh seorang tukang kayu. Saat David berniat pulang ke dunianya, Si lelaki bungkuk menyamarkan tanda pada pohon yang menjadi jalan pulang sehingga David terpaksa harus tinggal.

Tukang kayu menyarankan agar David pergi menemui Raja, karena ia memiliki Kitab tentang yang telah hilang, dan ia yakin Raja dapat membantu David menemukan jalan kembali.

Selanjutnya adalah petualangan. Ia bertemu troll yang mengajukan teka-teki di dua jembatan yang menghubungkan dua tebing. Ada juga tujuh kurcaci dan Snow White yang super duper menyebalkan. Pemburu mengerikan yang memutasi kepala seorang anak dengan tubuh binatang kemudian memburunya. Binatang setinggi 9 meter yang tak dapat diidentifikasikan mahkluk apa. Lalu kastil si putri tidur yang berbahaya. Belum lagi kaum Loup dan Serigala yang terus mengejarnya.

Akhirnya, tentu saja David berhasil mencapai istana raja. Di sana ia kembali bertemu si lelaki bungkuk yang menawarkan kesepakatan. Si lelaki bungkuk yang semakin hari semakin frustasi karena David belum juga setuju.

***
Ini peringatan bagi anak-anak yang merasa ditinggalkan dan dilupakan. Anak-anak yang tak bisa menerima anggota keluarga baru lalu dengki. Serem juga kalau konsekuensinya seperti itu. Mungkin ini peringatan juga bagi para orang tua yang saat mendapatkan anggota keluarga baru lalu seperti melupakan anak mereka yang lebih tua.

Hmm…seru.




ReviewOct 7, '08 5:33 AM
for everyone
Category:Books
Genre: Romance
Author:Retni SB
Penerbit : GPU, 2008
Harga : 35rb

Ah, entah deh mau ngasih bintang berapa. Remember? Gue masih dalam pengaruh sirep the hall. Hihihi. Jadi, satu bintang yang gw klik diatas, bukan berarti karena bukunya jelek banget, tapi karena pembacanya lagi galau (ah lebay)

Kemaren tiba-tiba aja ngidam pengen baca chicklit. Lalu, sepulang ngantor, gue ke PS dengan dalih berteduh dari hujan. Gue ga bawa payung. Uhm, sebenernya ujan belum turun sih...cuma ada butiran-butiran aer gede-gede jatoh dari langit dengan frekuensi yang ga begitu kerap. Jadi, dengan dalih takut basah, mampirlah ke Kinokuniya.

Nyari-nyari buku yang sekiranya bakalan lucu, romantis, cerdas ala chicklit. Ternyata chicklit beneran mahal-mahal. Diatas seratus semua harganya. Klo young adult kan masih dibawah cepek. Ahirnya gue melipir ke bagian buku indonesia, scanning sinopsisnya, terus beli deh.

Yang gue inget dari Wedding Planner adalah : filmnya Jennifer Lopez, sama temen SD-SMA-sampe kuliah yang sekarang menekuni usaha Wedding Organizer di Garut : Cecep. (halah gue ngawur kemana-mana)

***

Ceritanya, Harsya adalah seorang pengusaha wedding organizer yang cukup terpandang di Semarang. Ia telah menggeluti usahanya selama empat tahun. Rekan kerjanya, adalah teman-temannya. Tantenya adalah si make-up artist, lalu ada Jose si perancang busana, dan yang teristimewa adalah Adra, mantan tetangga, teman sejak kecil yang selalu dapat diandalkan ketika Harsya butuh, adalah fotografer keren.

Usaha Harsya baik-baik saja hingga ia harus mengatur pernikahan teman SMAnya, Karin. Masalahnya bukan hanya sumpah darah yang Harsya dan dua temannya lain lakukan di depan Karin waktu SMA dulu, tetapi mempelai prianya!

Calon pengantin pria adalah Figo! Lelaki yang telah dipacari Harsya selama dua bulan. Harsya merasa hancur. Jika saja bukan karena order Karin kali ini sangat menguntungkan, jika saja Karin bukan sahabatnya, ia akan menolak tawaran pekerjaan itu.

Selanjutnya sih...bisa ditebak Harsya bakalan sama siapa. Apalagi kalo kalian mengaku penggemar berat chicklit dan metropop

Yang lumayan menarik dari karya-karya Retni SB adalah, saat tokoh utamanya merasa hancur, Retni membawa mereka menyepi kembali ke alam. Merenungi keindahan luar biasa yang diciptakan Tuhan di alam perawan. Hohoho...jadi pengen ke Kalimantan.

Buat yang lagi mehe-mehe, boleh kok minjem buku ini.




Pages:1234

Jia

Cerita Sahabat

Ya Lyublyu Tebya

Nyonya Perca

Empat Elemen Nyonya Perca

Promote your Page too