Posted by Jie on Jun 26, '08 3:13 AM for everyone  | Category: | Books | | Genre: | Literature & Fiction | | Author: | Stephenie Meyer |
Sesungguhnya saya berharap banyak dari novel ini. Soalnya banyak orang yang bilang kalo novel karya Stephanie Meyer ini bagus. Apalagi setelah seseorang membahas ini dalam rubrik Gado-gado Femina. Katanya, Edward Cullen, tokoh lelakinya, sangatlah lovable. Apalagi lagi, saya emang selalu suka sama tokoh-tokoh subtil. Tokoh ambang yang ga jelas antagonis atau protagonis. Misalnya, saya ngefans sama Balthazar a.ka Cole, setan merah kekasih Pheobe dalam serial Charmed. Atau juga sama Angel, si vampire dalam Buffy The Vampire Slayer (dan akhirnya Angel pun punya his own tv show). Juga kepada Artemis Fowl, remaja konglomerat berotak cemerlang yang senang mengganggu para peri. Tokoh-tokoh itu sangat menarik karena kita tertantang untuk meluruskan mereka. Haha…yang namanya setan tetep aja setan. Cerita diawali dengan perjalanan Isabella Swan dari Phoenix, tempat ibunya, menuju Forks, tempat sang Ayah. Alasan kepindahan Bella dari Arizona ke Washington itu sebenarnya bukan hal yang penting-penting amat. Saya mengharapkan sesuatu yang lebih besar yang mengakibatkan Bella pindah. Edward Cullen dimunculkan Meyer dalam kelas biologi. Digambarkan luarbiasa tampan; keras dan kaku seperti pualam, dengan warna mata yang selalu berubah-ubah – dan selalu makan siang bersama kakak-kakaknya, tak pernah bergabung dengan isi sekolah yang lain. Mereka sering menghilang saat cuaca cerah. Novel ini sesungguhnya bukanlah tentang vampire, tetapi melulu cinta. Awalnya saya memang penasaran pada sosok Edward, tapi lama-lama, KOK LEBAY SIH? Dialognya tak berkembang antara :”Aku mencintaimu….aku harus jauh darimu agar kamu tidak terluka!” Atau…”Aku mencintaimu, aku tak dapat hidup tanpamu. Apa yang akan kulakukan jika kamu tak ada?” Euuuh….membosankan. Sungguh sangat membosankan. Suspensenya tidak terbangun. Bagian yang paling tegang (yang menurut saya tidak terlalu menegangkan) adalah waktu keluarga vampire ini main baseball. Vampire pemburu dari kelompok lain mencium bau manusia Bella diantara anggota keluarga Cullen dan memburu Bella. Garing deh pokonya. Norak...terlalu cinta-cinta. Vampirenya juga dibahas sedikit aja. Buku keduanya, New Moon, saya lihat sudah ada di toko buku. Saya baca e-booknya saja deh… Oh iya, barusan waktu browsing cover bukunya, novel ini akan menjadi serial tivi. Pengen liat…  *in the memory of b**, si penggemar vampir dan nosferatu*  Posted by Jie on May 15, '08 1:13 AM for everyone  | Category: | Books | | Genre: | Literature & Fiction | | Author: | nugroho nurarifin |
saat saya mengambil buku ini dari tumpukan beribu-ribu buku lain dalam rak buku di toko itu, seketika sebuah kilat datang lalu memasukkan ide ini ke kepala saya: inilah sebabnya ada orang-orang yang tampak kurang kerjaan membuat sebuah blog yang khusus mencela cover buku. bahwa sebenarnyalah we judge the book by it's cover.
so, bikinlah cover yang bagus!
saya nggak tau siapa nugroho nurarifin. judul bukunya juga biasa-biasa aja menurut saya. tapi entah kenapa, yang membuat tangan saya mengikuti perintah otak untuk mengambil buku tersebut malam kemarin, adalah foto sendok dan garpu plastik ditumpuk di atas beberapa piring styrofoam.
Maka saya membaca blurb di belakangnya.
....berkomitmen menjalani kehidupan sekali pakai.
seperti apakah sebuah kehidupan sekali pakai? bukankah hidup memang sekali pakai?
...Hidupnya penuh dengan gelas-gelas plastik yang ia pakai minum, piring-piring styrofoam yang ia gunakan untuk makan, dan celana dalam kertas yang langsung ia buang sebelum mandi. Gaya hidup serba singkat ini ia pilih untuk membatasi interaksinya dengan kenyataan yang sifatnya panjang.
oke, saya tertarik. entah kenapa saya selalu tertarik membaca cerita tentang orang sakit. jadi semalam saya langsung membacanya, dan tadi pagi langsung selesai.
ia bercerita tentang dirinya sendiri, dan anisa istrinya. dan dua karakter fiksi. tapi keempat-empatnya fiksi, menurut saya. walaupun tokoh utamanya; nugi dan anisa adalah benar nyata.
seorang lelaki tanpa nama, atau sebut saja bunga, yang menarik diri dari komitmen, segala jenis komitmen. ia bahkan membuang bajunya sekali pakai. miliknya yang berjangka panjang adalah hp, laptop untuk membaca blog orang, dan pekerjaannya. seumur hidup merasa 'tak diinginkan', dengan kenyataan bahwa ia anak pancingan dan kedua orangtua angkatnya bercerai. ayahnya yang pedofil dan memaksanya melakukan hal-hal tidak senonoh. lalu ibu yang senang menyiksa. profil standar para sakit jiwa.
nugi. seorang copy writer berpacar anisa, seorang desainer grafis. ia senang menulis blog. suatu saat, ada yang meninggalkan comment dalam blognya. berkali-kali. tiba-tiba nugi ingin threesome dengan sosok misterius ini.
anisa. seorang desainer grafis pacar sang nugi. posesif. ia mencurigai nugi selingkuh, apalagi sang teman melaporkan nugi sedang gelisah menunggu seseorang di starbuck ps. siapa? perempuan lainkah? kecurigaan itu menggila mengakar hingga ia, dalam marahnya, selingkuh dengan calon bosnya, raymond.
raymond. pengusaha media ternama yang sohor sebagai playboy yang memacari selebriti kelas atas. padahal itu kedok agar tak ada yang tahu bahwa ia gay. padahal, kedok itu tak sepenuhnya berhasil. semua orang tahu bahwa ia biseks.
keempat karakter ini, dua nyata dan dua fiksi, bertemu di tengah pesatnya perkembangan teknologi komunikasi dan budaya massa. mereka terjebak dalam sebuah dunia di mana yang dianggap nyata bisa jadi hanya imaji. sedangkan yang dianggap cuma khayalan, mungkin justru adalah kenyataan. tersesat dalam ruang tanpa batas antara yang real dan yang surreal, mereka mencoba menjalani kehidupan masing-masing.
satu hal yang mereka tak sadari, hidup mereka sedang menuju kepada konsekuensi-konsekuensi yang tidak mereka pahami. dan mungkin akan mereka sesali.
***
kalau saja nugi tidak menyisipkan pemikiran-pemikiran budaya pop dalam buku ini. pastinya semua isu dalam novel ini terasa biasa. saya paling suka bagian balas-berbalas email antara nugi dan bunga. bahwa kenyataan itu, sama dengan ketidaknyataan. so real is surreal.
*jia*  Posted by Jie on May 13, '08 3:58 AM for everyone  | Category: | Books | | Genre: | Literature & Fiction | | Author: | sonya sones |
Uhm...bingung mau komentar apa. judulnya asik. check. cover versi indonesianya jelek. check. gaya penyampaiannya unik. check.
judul : one of those hideous books where the mother dies pengarang : sonya sones penerbit : gramedia pustaka utama, 2007 harga : 30.000 tebal : 275 halaman
Labelnya sih teenlit. Tapi masalah yang dihadapi tokohnya, sama kayak masalah ibu-ibu chicklit yang udah janda. Haha...lebay. Ceritanya, Ruby terpaksa tinggal bersama sang ayah yang bintang pelm terkenal setelah sang Ibu meninggal karena kanker. Sebenarnya Ruby lebih suka tinggal bersama bibinya saja, daripada harus terbang bermil-mil jauhnya dan meninggalkan sahabatnya Lizzie serta pacarnya Ray dalam bayang-bayang si pelacur Amber.
Tapi Ruby tak punya pilihan lain. Ia terpaksa harus pindah ke Hollywood. Ia melakukan segala hal yang ia bisa untuk membenci ayahnya yang sebenarnya baik hati. Semata-mata karena sang ayah telah menceraikan ibunya bahkan sebelum Ruby dilahirkan.
Tapi, apa yang kau lihat belum tentulah kenyataannya.
Sebuah novel yang ditulis ala puisi. Berbait-bait. Saya bertanya-tanya, naskah aslinya seperti apa? Apakah berima-rima seperti puisi? Ataukah cuma nyari sesuatu yang baru aja ketimbang format prosa biasa?
yah, lumayanlah.  Posted by Jie on May 11, '08 11:52 PM for everyone  | Category: | Books | | Genre: | Literature & Fiction | | Author: | Laura Lavine |
Killer Blonde Laura Lavine. Penj. Eka Budhiarti Jakarta : OnRead-Books Publisher, 2008 312 halaman
Selintas, tak ada yang membedakan buku ini dengan chicklit-chicklit lain. Covernya catchy nan centil khas perempuan muda gaul dengan warna-warna neon. Lalu, gaya bahasanya juga chicklit sekali. Dan kalau buku ini memenuhi seluruh kriteria chicklit, lengkap dengan pola-pola plotnya, tentunya buku ini akan teronggok tak berguna di deket tempat sampah. Satu ingsut lagi berpindah status, dari buku menjadi kertas bungkus gorengan (oke, saya lebay….luas permukaan buku ini terlalu kecil untuk jadi kertas bungkus cireng).
Daya tariknya mungkin, adalah bahwa chicklit ini melibatkan pembunuhan, sesuatu yang lebih berat dan serius daripada sekedar masalah berat badan dan sepatu—seperti yang selalu dipusingkan oleh para tokoh utama chicklit.
Alkisah Jaine Austen – mirip nama penulis Pride and Prejudice cuma ditengah-tengah Jane pake huruf i. Seorang penulis lepas. Pencipta slogan sebuah perusahaan servis-toilet dan semacamnya. Wanita montok yang selalu dicela-cela karena ukuran pahanya yang besar.
Suatu hari ia mendapatkan panggilan menulis dari ibu-ibu socialite penyuka pesta untuk menjadi penulis-bayangan. Penulis bayangan itu adalah: menulis buku untuk orang lain (dimana namanya takkan tercantum di cover buku sebagai penulisnya). Bayarannya menggiurkan. Tiga ribu dolar seminggu itu bukan cuma menggiurkan, tapi memabukkan. Yah, tapi kau harus bekerja di atas dudukan toilet yang keras sampai pantatmu tepos.
Yah, SueEllen, majikan baru Jaine itu memang sedikit menyebalkan. Ah, kata itu kurang tepat untuk menggambarkannya. Ia mengerikan – terobsesi pada bentuk badan yang sempurna, pada pesta-pesta yang sempurna. Baguslah ia menikahi seorang dokter ahli bedah plastik. Obsesinya ini tak hanya diterapkan pada payudara implant hadiah ulang tahun dari suaminya, tapi juga pada anak tirinya yang masih remaja.
Maka tak ada yang sedih saat ia ditemukan mati terbunuh di tempat favoritnya, bak mandi. Tapi, sejahat apapun ia, hukum harus tetap ditegakkan. Pembunuhnya harus ditangkap. Dan sialnya, tersangka utama pembunuhan itu adalah Heidi, putri tirinya. Seseorang dengan alibi paling tak meyakinkan.
Tapi apakah benar Heidi pembunuhnya? Jaine banting setir jadi penyidik swasta demi membuktikan bahwa gadis itu bukanlah pembunuhnya.
 Posted by Jie on May 2, '08 1:02 AM for everyone  | Category: | Books | | Genre: | Childrens Books | | Author: | Philip Pullman |
Satu lagi dongeng dari penulis favorit Adam, Philip Pullman. Dia nanya: "Teteh, ada lagi ga buku Philip Pullman? Adam pengen baca lagi."(setelah dia rakus melahap Clockwork dan Firemaker's Daughter).
Alkisah, seekor orang-orangan sawah dibangkitkan oleh kekuatan petir (sejak kapan orang-orangan sawah berekor?). Secara ajaib ia hidup dan berbicara, menganggap dirinya sendiri keren dan beradab--penuh dengan Gagasan Gagasan Besar, padahal dia mengerikan seperti orang-orangan sawah (yaiyalah namanya juga orang2an sawah).
Setelah kebangkitannya, ia bertemu dengan seorang Yatim Piatu bernama Jack yang kemudian ia angkat sebagai pelayannya. Jack yang emang ga ada kerjaan nerima-nerima aja pengangkatan sepihak itu.
Kalo di manusia, The Scarecrow adalah jenis orang sok tahu yang menyebalkan. Persis seperti parodi reporter di Extravaganza yang diperankan oleh Ronal Surapraja.
Dalam setiap perhentiannya, Si orang-orangan sawah tak henti membuat masalah karena kesoktauannya itu. Udah sok tau, ga mau dengerin orang pula! Dia menganggap dirinya sendiri paling hebat sementara orang lain menganggapnya aneh dan mengganggu.
Jadi ya gitu deh, sepertinya peran Jack disini adalah untuk menjauhkan Orang-orangan sawah dari kesulitan yang dibuatnya sendiri.
Buku menyebalkan lain dari Philip Pullman setelah I Was a Rat. Gw blum selesai bacanya, tapi ga sabar pengen nulis reviewnya. Heuheue  Posted by Jie on May 1, '08 6:41 AM for everyone  | Category: | Books | | Genre: | Literature & Fiction | | Author: | Marina Lewycka |
A Short History of Tractors in Ukrainian. Marina Lewycka. 2005 Sejarah Singkat Traktor dalam Bahasa Ukraina. Alih bahasa : Gita Yuliani K. GPU, 2008. 413 halaman.
Dari awal saya sudah curiga kalau buku berjudul unik ini jauh dari “Sangat Lucu”, seperti testimonial The Times dalam cover terbitan Gramedia tahun 2008. Bahkan, buku ini malah penuh dengan perselisihan kekanak-kanakkan antar anggota keluarga. Ayah dengan si Sulung, Si Sulung dengan sang Adik, juga Sang Adik dengan Ayah. Jika mau dibilang lucu, mungkin karena banyaknya humor kelam nan sarkastik yang bertebaran dalam lembaran-lembarannya. Cela mencela, hina menghina, terkadang diterjemahkan sebagai sesuatu yang lucu. Kesintingan, invaliditas mungkin bisa juga dianggap lucu.
Si tua Nikolai Mayevskyj memutuskan untuk menikah lagi setelah istri yang dinikahinya selama enam puluh tahun meninggal dua tahun lalu. Wanita yang dipilihnya adalah Calon-Janda berusia 36 tahun yang berdada istimewa besar dan seksi bernama Valentina Dubova. Dia meninggalkan Ukraina bersama anak lelakinya yang berumur 14 tahun untuk meraih mimpi di Inggris. Valentina ingin menyekolahkan anak yang diakuinya sebagai Jenius Musik di sekolah yang terbaik. Ia ingin menikmati kehidupan barat yang menjanjikan.
Lelaki delapan puluh empat tahun itu jatuh cinta, beharap ada yang bisa mengurusnya di usia renta. Si wanita memanfaatkan hal itu sebagai batu pijakan demi mendapatkan apa yang diinginkannya.
Tetapi, rencana mereka tidak berjalan semulus itu. Jangan lupakan Vera dan Nadezdha, kedua putri Nikolai. Menyadari ada hal yang tidak beres dalam kisah cinta mereka. Nadezdha berupaya keras untuk menggagalkan pernikahan itu, bahkan melupakan permusuhan lamanya dengan sang Kakak.
Nadezdha dan Vera tak saling bicara sejak Ibu mereka meninggal. Masalahnya sepele, karena Vera mengubah surat wasiat ibunya. Ludmilla, ibu mereka, tadinya hendak mewariskan uang yang dikumpulkannya selama bertahun-tahun untuk kedua anaknya. Tetapi Vera, menginginkan uang itu dibagi rata untuk semua cucu Millochka. Nadia menganggap pembagian ini tidak adil karena ia hanya memiliki satu anak, sedangkan kakaknya memiliki dua putri.
Namun demi sang Ayah, Nadezdha melupakan perselisihan itu dan mulai sering mengobrol dengan kakaknya di telfon, mendiskusikan semua hal yang berhubungan dengan ayah mereka dan pacar barunya yang matre dan berpenampilan seperti pelacur.
Lalu pernikahan timpang itu berlangsunglah. Vera dan Nadezdha tidak diundang dalam pemberkatan. Tak lama kemudian, Valentina telah menguasai kamar mendiang ibu mereka.
Seperti yang telah diramalkan sebelumnya, Valentina memang berniat menguasai kekayaan Nikolai—meski awalnya Valentina tak tahu bahwa lelaki tua itu tidaklah kaya. Penghasilan utamanya hanyalah uang pensiun yang tidak seberapa. Permintaan-permintaan Valentina mulai membanjir tak masuk akal, diawali dengan sebuah Range Rover (selanjutnya disebut Mobil Brengsek). Nikolai mulai kewalahan, dan putri-putrinya semakin naik darah—berusaha menendang perempuan perebut kedudukan ibunya keluar.
*** Jika anda bertanya, disebelah mana traktornya dibahas—karena tulisan saya diatas menyiratkan bahwa buku ini sejenis telenovela, akan saya ceritakan. Sedikit saja. Nikolai Mayevskyj adalah seorang insinyur. Saat kejadian ini diceritakan, ia tengah melakukan riset dan menulis buku tentang sejarah traktor. Buku tersebut ditulis dalam bahasa Ukraina. Buku tersebut tak hanya menyoroti perkembangan traktor dari masa ke masa, tetapi juga mengetengahkan situasi sosial-politik yang tengah bergejolak—terutama pada masa-masa awal munculnya traktor.
Tak hanya berperan sebagai pembajak ladang, sebagai buah dari industri, traktor juga berperan dalam perubahan struktur masyarakat. Traktor mampu melakukan pekerjaan 20 manusia, yang berarti menghancurkan pola tradisional kehidupan di desa.
Dalam sejarah Ukraina, traktor memainkan peran kontradiktif. Pada masa sebelumnya, Ukrania adalah negeri petani. Bagi negeri semacam itu, dalam mengembangkan potensi agrikulturalnya sepenuhnya, mekanisme mutlak perlu. Tetapi cara mekanisme itu diluncurkan sangat mengerikan. (hal.111)
Kacau balau kehidupan di Rusia paska pembunuhan Tsar dan Tsarina serta munculnya paham komunisme yang dimotori Stalin pun tak luput dari pembicaraan dalam buku ini.
Kedua orangtua Nadezdha dan Vera mengalami beratnya siksaan pemerintahan Stalin sebelum bermigrasi ke Inggris. Ludmila dan Vera bahkan sempat tinggal di sebuah kamp pekerja—tinggal terpisah dari ayah dan suami.
Kakek Vera dan Nadezdha lahir dari keluarga petani kaya dan menjadi pahlawan – karena menyelamatkan sepupu Tsar saat perang. Status pahlawannya berganti menjadi buronan begitu Tsar dan Tsarina mati terbunuh. Sebagai putri seorang buronan, hidup Ludmila tak karuan. Ia tak bisa menyelesaikan studinya untuk meraih gelar dokter hewan karena statusnya itu.
Nadezdha yang terlahir sebagai bayi masa damai pelan-pelan mengungkap masa lalu keluarganya yang kelam. Ia mulai mengerti mengapa kakak yang usianya selisih sepuluh tahun sering sekali bersikap kejam dan sarkastik.
*** Meskipun lebih banyak drama ketimbang sejarah traktor (jika anda menginginkan sebuah sejarah singkat tentang traktor), novel ini cukup lumayan. Bahasa (terjemahannya) mengalir lancar, meski ada beberapa kesalahan ketik dan kalimat-kalimat panjang yang agak sulit dicerna.
 Posted by Jie on Apr 25, '08 12:49 AM for everyone  | Category: | Books | | Genre: | Science Fiction & Fantasy | | Author: | Angie Sage |
Judul : Flyte (seri kedua dari 4 buku--so far-- Septimus Heap) Penulis : Angie Sage Penerbit : Matahati, 2008 Harga : rp 64.500 Tebal : 600 halaman (dalam dua hari yippeeey!)
Bocah 412 kembali! Dia menyandang nama baru; Septimus Heap. Anak ketujuh dari anak ketujuh keluarga penyihir yang tidak begitu berbakat menggunakan Magyk.
Rasanya saya tak sabar menanti edisi kedua dari buku yang ditulis oleh Angie Sage ini. Buku yang diklaim oleh Kirkus Review sebagai buku yang harus membuat Harry Potter hati-hati ini memang menawan hati yang sedang pilu.
Satu tahun berlalu sejak Jenna, Sep dan Nicko menemukan kapal naga di Rawa-rawa Bibi Zelda. Kini, Jenna berlatih untuk menjadi ratu baru sementara Septimus Heap menjadi murid Marcia Overstead, si Penyihir Luar Biasa yang sedikit pemarah.
Marcia dibayang-bayangi bayangan jahat. Maka ia harus membuat penangkalbayangan agar bayangan itu bisa hancur. Sementara itu, salah satu keluarga Heap datang dari kegelapan dan menculik Jenna. Ternyata, DomDaniel belum mati dan (tentunya) berencana balas dendam dan ingin kembali tampuk kepemimpinan dengan menyingkirkan Penyihir Luar Biasa dan sang Ratu Kecil.
Kakak Heap yang membelot ini mengangkat dirinya sendiri sebagai murid DomDaniel dan diserahi tugas menculik Ratu Kecil dan mengumpankannya kepada magog, makhluk menjijikkan peliharaan DomDaniel. Oke, saya sebutkan saja namanya. Simon Heap, anak tertua Silas dan Sarah ini memang sebal sekali pada Septimus. Bagaimana tidak? Sejak kecil Simon terobsesi menjadi penyihir paling keren dan jagoan, jadi murid Penyihir Luar Biasa, dan tak menutup kemungkinan, di kemudian hari iapun akan menjadi Penyihir Luar Biasa.
Tapi, kehadiran Septimus Heap entah dari mana membuat semua mimpinya buyar. Ia tak percaya bahwa bocah 412 mantan Laskar Pemuda itu adalah adiknya. Dia dendam dan memilih jalan kegelapan.
Sementara itu, Jenna diculik saat Perayaan Musim Panas; Saat para Ratu harus pergi ke Pondok Penjaga untuk mengunjungi Kapal Naga. Septimus sudah memperingatkan Marcia bahwa Jenna diculik, namun wanita itu tak percaya dan menganggap Simon akan mengembalikan Jenna dengan selamat. Akhirnya, tanpa bantuan orang dewasa, Septimus pergi mencari Jenna.
*** Yah memang, kalo membandingkannya dengan Harry Potter yang penuh konflik, atau Trilogi Bartimaeus yang penuh intrik, cerita Angie Sage ini memang cukup sederhana. Di beberapa bagian bahkan kita sudah bisa menebak jalan ceritanya. Maklum, mungkin karena ditujukan pada anak-anak yang lebih muda dari Harry.
Tapi yaa…buku ini cukup seru sih. Terjemahannya juga asik. Berasa kocak aja walaupun kamu enggak ketawa. Bukunya cukub turnable, dan rekor! Ini buku pertama saya setelah berbulan-bulan yang bisa diselesaikan dalam waktu dua hari saja.
Saya membacanya di bis, membacanya sambil berdiri di bawah lampu jalan di halte seberang Ratu Plaza sambil menantikan bis patas AC 143 yang tak kunjung datang setelah satu seperempat jam.
Selamat membaca!
*Jia*
 Posted by Jie on Mar 27, '08 7:02 AM for everyone  | Category: | Books | | Genre: | Science Fiction & Fantasy | | Author: | Michael Scott |
The Alchemyst, The Secret Life of Immortal Nicholas Flamel (Random House, 2007)Michael Scott Harga : Rp 225.000 / $11.55 di amazon.com Sebelum Michael Scott memperkenalkan saya pada Nicholas Flamel, sebenarnya saya telah cukup sering menyentuh sisi-sisi kehidupannya—tapi ga nyadar. Mulai dari cerita The Alchemist-nya Paulo Coelho, Nicholas Flamel sahabat sang kepala sekolah, Dumbledore. Kemudian, dia juga disebut-sebut dalam The Da Vinci Code. Semua karakter dalam buku ini, kecuali dua kembar tokoh utamanya, berdasarkan tokoh yang benar-benar nyata. Disebut nyata, karena nama mereka pernah disebut dalam berbagai literatur sejarah. Baik sebagai orang yang benar-benar pernah hidup, maupun sebagai bagian dari mitologi. Faktanya, Nicholas Flamel adalah manusia yang pernah hidup pada sekitar abad 13. Dia lahir di Paris tahun 1330an dan diberitakan meninggal tahun 1420-an. Namun, ketika makamnya dibongkar, makam itu kosong. Semasa hidupnya, Flamel dikenal sebagai ahli menulis. Pada jamannya, hanya segelintir orang yang bisa menulis dan membaca. Tugasnya adalah menyalin atau memperbanyak dokumen sesuai dengan pesanan klien. Flamel menulis sebuah buku alkemis yang dipublikasikan di Paris tahun 1612 Livre des figures hiéroglypiques. Buku tersebut menjelaskan 21-tahun usahanya mencoba menerjemahkan Codex, atau The Book of Abraham the Jew yang ternyata berisi formulasi alkemi yang dapat mengubah metal biasa menjadi logam mulia dan formula hidup abadi. Para ahli berspekulasi bahwa kekayaannya pada saat itu disebabkan oleh kemampuan dia mengubah metal menjadi emas dan perak. *** Alkisah si kembar Sophie dan Josh Newman tanpa sengaja menolong Nick Fleming, seorang pemilik toko buku tua tempat Josh bekerja. Awalnya, mereka mencium sesuatu yang berbau seperti telur busuk dan mint. Ternyata, itu adalah aroma sihir. Dr.John Dee melakukan penyerangan untuk merebut sebuah buku keramat berjudul Codex dari penjagaan Nick. Tenyata, pemilik toko buku itu bukanlah manusia sembarangan. Orang itu berasal dari peradaban masa lalu, seseorang yang dikenal dengan nama Nicholas Flamel, sang Alkemis. Dalam penyerangan itu, Dee berhasil merebut Codex dari penjagaan Flamel dan menculik istrinya, Perenelle. Kejadian itu mengubah seluruh hidup Sophie dan Josh. Mereka berdua diseret ke dalam petualangan maha dahsyat yang tak pernah mereka bayangkan sebelumnya. Liburan musim panas mereka di San Fransisco tanpa orang tua mereka yang arkeolog, berubah menjadi mimpi buruk menegangkan—dengan nyawa mereka sebagai taruhannya. Josh berhasil mempertahankan dua halaman terakhir dari Codex. Halaman paling krusial, karena berisi mantera yang melengkapi keseluruhan ritual dalam buku tersebut. Flamel membawa mereka menuju Stachach, seorang ksatria perempuan berumur 2517 tahun, salah seorang Elder dari Next Generation, karena tahu Dee akan segera menyadari bahwa Codex yang berada di tangannya tak lagi utuh. Namun, Dr. Dee dengan bantuan tuannya, Morrigan (Dewi Gagak), berhasil melacak keberadaan Flamel dan si Kembar. Mereka hampir tertangkap jika Hekate, Elder dari Generasi paling tua, mengirim angin hantu dan mengusir gagak-gagak yang hampir mengambil nyawa kelompok kecil itu. Ternyata, Si kembar ada hubungannya dengan ramalan yang disebutkan dalam Codex. Mereka memiliki aura yang sangat langka, yaitu emas dan perak. Jika dibangkitkan, mereka akan menjadi penyihir yang kuat. Flamel membawa mereka ke shadowrealm Hekate dalam pohon Yggdrasil untuk dibangkitkan. Aksi kejar-mengejar ini terus berlanjut. Mengetahui Flamel meminta bantuan elder dengan kekuatan dahsyat, Morrigan yang merupakan elder dari Next Generation, menghubungi Bastet. Dewi yang dipuja bangsa Mesir ini memang bermasalah dengan Hekate. Ia dengan pasukan kucing jejadiannya bergerombol menuju Yggdrasil. Kecerdasan Dee membawanya pada satu kesimpulan bahwa Josh dan Sophie ada hubungannya dengan ramalan dalam Codex. Salah satu dari mereka akan membawa bencana pada dunia, atau menyelamatkannya. Ia mengejar si kembar untuk mencegah hal yang tak diinginkannya. *** Tampaknya, Scott ini seorang feminis—atau setidaknya, pemuja perempuan. Hal ini tampak dari caranya memaparkan tokoh perempuan. Perenelle, istri Nicholas digambarkan lebih cerdas, lebih kuat, dan lebih teliti dari suaminya. Perenelle sebelum bertemu dengan Nicholas dalah seseorang yang memiliki kekuatan melihat masa depan dan berbincang dengan arwah. Ia lebih banyak mengasah kekuatan sihirnya, sedangkan Nicholas fokus pada ilmu alkemi dalam Codex. Perenelle juga menguasai puluhan bahasa, sedangkan Nicholas digambarkan pelupa. Selain itu, karakter lain dalam buku ini seperti Morrigan, Hekate, Bastet, dan The Witch of Endor juga adalah perempuan. Sophie, diperlihatkan sebagai pribadi yang lebih kalem, sabar, dan memiliki kontrol diri dibandingkan adik kembarnya Josh—yang sering sekali keceplosan mengatakan sesuatu yang dapat membahayakan nyawanya. Over all, buku setebal 369 halaman ini cukup seru. Namun, konflik interpersonalnya antar karakternya kurang terbangun. Scott lebih banyak bercerita tentang sejarah yang berhubungan dengan karakter-karakternya. Siapa Flamel, siapa Dr. Dee, siapa Hekate, siapa Bastet. Pertentangan antar karakter yang bermusuhan kurang dipertajam. Jadi, kurang mengocok-ngocok perasaan karena gemas. Bagian peperangannya juga kurang seru. Jika dibandingkan dengan trilogi Bartimaeus, ketegangannya kurang. Mungkin di bagian akhir ada Josh yang iri pada Sophie karena kekuatan Josh tak sempat dibangkitkan, sehingga membuat Sophie tampak seperti superhero. Tapi, bagian itupun kurang digarap. Buku ini seperti pelajaran mitologi campur-aduk; mirip Dunia Sophie dengan pelajaran filsafatnya. Disebut campur aduk, karena dewi-dewi itu dicomot dari berbagai mitos. Hekate, dewi para hantu, putri Titan dari mitologi Yunani, Bastet dari mitologi Mesir, pohon Yggdrasil dari cerita Skandinavia. Morrigan, yang dipuja pada jaman tembaga (3000 sebelum masehi) yang direpresentasikan dengan simbol Gagak. The Witch of Endor, terdapat dalam kitab suci Hebrew. Bagi para penggemar cerita fantasi, novel ini sayang untuk dilewatkan. Novel ini belum beredar di Indonesia, karena baru selesai diterjemahkan sama Antie. Kapan publishnya, saya nggak tau…:D *jia | 28.3.08  Posted by Jie on Feb 7, '08 9:03 PM for everyone  | Category: | Books | | Genre: | Other | | Author: | lupa |
Buku ini adalah referensi gw menulis cerpen Ritus Putus Asa. Kekekekek....Bukunya lucu banget. Imut. Warnanya pink. Penampilannya ga cocok sebagai buku yang berisi mantra-mantra sihir (alah). Kurang tua, kurang tebal, kurang coklat. Yah....karena warnanya pink aja gitu! Buku ini mencakup : bahan-bahan yang biasanya dibutuhkan untuk casting spells. Khasiat benda-benda itu, dan beberapa contoh mantra. Ada yang untuk find new love, buat amulet atau charm bracelets.  Agak-agak ga penting siy niy buku....soalnya kurang meyakinkan....hihihi...tapi imut sih bukunya  Posted by Jie on Jan 21, '08 8:10 PM for everyone  | Category: | Books | | Genre: | Comics & Graphic Novels | | Author: | Eoin Cofler and Andrew Donkin |
Artemis Fowl The Graphic NovelAdapted by Eoin Colfer and Andrew DonkinArt by Giovanni Rigano | Color by Paolo LamannaHyperion Books for Children, New York, 2007.Rp 106.400,- Too expensive for a book that finished in a way down home. Haha..iyalah..namanya juga buku impor. Ngarep harganya 30ribuan apa? Mana full warna gini…kertasnya bagus lagi..Tapiii...sayang juga ya beli buku seratusribuan abis sekaligus di perjalanan pulang? Ga sengaja nemu ini di deretan buku-buku impor di Gramedia Semanggi. Reading Room (gue, red) lagi nyari-nyari bagian pertamanya. Baru punya seri kedua sama ketiga. Trus ketemulah ini, bagian pertamanya. Cuma, buku ini beda karena berupa novel grafis dan dalam bahasa inggris pula. Antagonisnya Artemis Fowl, remaja jenius pewaris kekayaan keluarga Fowl. Karakternya agak-agak mirip Nathaniel di Bartimaeus; ambisius-culas-menghalalkan segala cara-ga peduli sama kepentingan orang laen. Bedanya, kalo Nathaniel jadi ambisius karena dendam pribadi, Artemis Fowl II dilahirkan dan tumbuh sebagai orang kaya (dan emang dididik untuk jadi orang hebat).  Ambisi Artemis Fowl adalah menjadi orang terkaya di dunia. Ayahnya, Artemis Fowl senior hilang diculik. Maka Artemislah yang bertanggungjawab terhadap keluarga dan keuangan mereka. Jangan harap kalian akan mendapatkan narasi tentang anak yang membanting tulang demi makan keluarga—karena dia emang udah tajir dari sononya—Artemis menginginkan hal yang hampir tidak mungkin : emas Leprechaun. Sedangkan Leprechaun sendiri belum tentu ada, apalagi emasnya. Tapi namanya juga bocah jenius. Lewat serangkaian studi internet, Artemis mendapatkan jalan untuk mendapatkan emas itu. Awalnya adalah mencuri sebuah buku dari peramal. Buku yang ditulis dalam bahasa dan huruf gnommish itu memuat seluruh aspek kehidupan peri. Aturan-aturan mereka; dos and don’ts. Konon, di dunia ini ga ada satupun manusia yang ngerti tulisan gnomish. Tapi Artemis (lagi-lagi dibantu internet) berhasil memecahkan isi buku tersebut dengan mengkonversikannya dengan hyrogliph-nya orang Mesir yang katanya bikin huruf itu berdasarkan tulisan para peri. Berbekal buku itu, Artemis menyusun rencana… Protagonisnya adalah Holly Short, satu-satunya perempuan di jajaran LEPrecon, semacam kepolisiannya peri gitu deh. Ketika melakukan suatu misi menaklukkan troll, kekuatan sihir Holly terserap habis. Ia harus melakukan ritual untuk merecharge kekuatannya. Tak disangka, Artemis yang udah tau tindak-tanduk Holly telah menanti di tempat para peri melakukan ritual, lalu menawan gadis peri itu.  Artemis menginginkan satu ton emas peri untuk ditukar dengan Kapten Short. Sumpah ni anak yang namanya Artemis licik abis. Licin kayak belut, nyebelin bener. Gw blom baca yang keduanya nih, tapi yang ketiga udah. Ngegemesin banget endingnya. Baca deh…seru kalo menurut gw. Gue ga bisa ngomentarin soal gambar dan pewarnaan komik ini ya. Soalnya gw cenderung ga merhatiin gambarnya dan terpaku sama teks kalo baca komik (lalu apa gunanya gambar, Jie???) Depok |1/21/2008 9:47:40 PM  Posted by Jie on Jan 8, '08 3:22 AM for everyone | Category: | Books | | Genre: | Childrens Books | | Author: | Philip Pullman |
[I was a Rat! | Philip Pullman | Gramedia Pustaka Utama | 2007| 256 hlm| illustrated -- dilengkapi potongan-potongan klipingan suratkabar]  I dont like this book. Menegangkan dari awal sampe akhir. Kayak baca Cinderella.Kita selalu dek-dekan, karena tokoh utamanya selalu mengalami kemalangan. Karena tokoh utamanya dulunya tikus, makanya dia ga tau gimana caranya jadi anak laki-laki. Bob tua si tukang sepatu dan istrinya Joan tukang cuci ini sudah menikah 32 tahun, tapi mereka belum dikaruniai anak juga. Suatu hari, ada yang mengetuk pintu rumah mereka. And there he was. Anak laki-laki berseragam aneh. kata-kata pertama yang ia ucapkan pada pasangan tua ini adalah : "Dulu aku tikus!" Tentu saja mereka tak percaya. Mana ada anak manusia dulunya tikus? Tapi walau anak ini terlihat aneh, mereka membawanya masuk dan memberinya makanan. Ia makan dengan lahap. Tapi, instead menggunakan sendok garpu, ia membenamkan seluruh wajahnya kedalam piring dan menjilati makanannya. Esok paginya, saat pasangan tua itu memeriksa keadaan si anak laki-laki yang dinamai Roger itu, tempat tidurnya rusak dalam cabikan-cabikan kecil. Karena tidak percaya pada penjelasan Roger bahwa dia dulunya tikus, maka Bob dan Joan membawa oger ke Balai Kota untuk mendaftarkannya sebagai anak hilang. Balai Kota bilang tak ada anak hilang. Di tempat ini, Roger memakan pensil yang dia kira sebagai kesabaran. Maka, pasangan tua itu membawanya ke kantor polisi. Tapi, para polisi itu tak bisa membantunya. Akhirnya, Bob dan Joan mendaftarkan Roger di sekolah. Roger, yang tak tau bagaimana bersikap seperti anak lelaki, tetap bertingkah seperti tikus. Dan mulai melakukan kenakalan ga penting kayak gigit2 barang. Ck ck ck... Dari sini, Roger terpisah dari Bob dan Joan yang mulai menyayanginya, lalu mengalami serangkaian kejadian tragis--lebih karena kenaifan dan kebodohannya. Mau diapain lagi? Dia kan dulunya tikus. Sementara itu, Bob dan Joan terus berusaha mencari Roger. Apakah mereka berhasil menemukannya? Dan bagaimanakah nasib Roger selanjutnya? (halah...pertanyaan malesin...hohoho) Posted by Jie on Dec 19, '07 12:05 AM for everyone  | Category: | Books | | Genre: | Childrens Books | | Author: | Phillip Pullman |
[Putri Si Pembuat Kembang Api. Philip Pullman. GPU. 141 hlm, illustrated. 2007] Oh i just love this book. Lucu. Kocak. Konyol. Jenius. Tampaknya buku ini agak-agak asia minded. Gajah Putih Thailand, Gunung Merapinya Indonesia, Rikshawnya Cina, trus ada India-indianya juga. Very light and crispy. Bukunya murah, dibawah 20rb, bacanya cepet. Ah...i always love fireworks..... [Lila, the heroine of Philip Pullman's charming fable, was, as a baby, "a cross little thing, always crying and refusing her food, but Lalchand built a cradle for her in the corner of the workshop, where she could see the sparks play and listen to the fizz and crackle of the gunpowder." Once out of her cradle, she showed a marked talent for pyrotechnics, even inventing her own fireworks with names like Tumbling Demons and Shimmering Coins. Nevertheless, when Lila tells her father she'd like to become a master firework-maker, he's shocked. Firework-making is no job for a girl, he tells her; besides, with her burned fingers and singed eyebrows, he's afraid he'll never be able to find a husband for her. If Lalchand is horrified by Lila's ambitions, his daughter is equally appalled by the prospect of a husband. Instead, she decides to run away to Mount Merapi, where every firework-maker must go to claim some of the royal sulfur from Razvani the Fire-Fiend. Lila's adventures on the road to Merapi alternate with those of her best friend, Chulak, and his talking white elephant, Hamlet, who set out after her when they learn something that could mean life or death for Lila. Along the way, they meet pirates, wild animals, and supernatural beings of every stripe until, at last, Lila must face the scariest obstacle of all: her own fear. dari sini ]  Posted by Jie on Dec 5, '07 11:46 PM for everyone  | Category: | Books | | Genre: | Literature & Fiction | | Author: | Mary Carter/ (Icha Rahmanti. penj) |
[Accidentally Engaged. Mary Carter. GagasMedia, 2007.450p. Illustrated]
Kalo saja penerjemahnya bukan Icha Rahmanti, pasti nggak akan ada nama penerjemah ditaroh di halaman depan buku ini. Dan itu pulalah yang bikin gue memutuskan untuk membeli buku ini dan membacanya duluan dibandingin sembilan judul buku laennya yang gue beli kemaren di Gramedia Hero Gatot Subroto seabis dapet duit jutaan husus buat beli buku. *mamer*
Biasanya, kalo bukan terbitan gramed, gw males baca chicklit terjemahan. Gak asik gitu terjemahannya, suka asal dan ga nyampe. Bukannya mau muji2 gramed yah, terbitan gramed juga banyak kok yg terjemahannya ga bagus. Terjemahannya Icha lumayan juga. Jadi gue baca aja buku ini ampe abis. (Dari jam tujuh sampe jam satu pagi).
Ceritanya, si Clair ini bisa baca masa depan. Pekerjaannya sehari-hari adalah meramal kartu tarot buat orang-orang. Kemampuan alaminya sering bikin Brian, temen deketnya yg juga peramal kartu tarot, iri. Soalnya Clair Ivars bisa ngeramal tanpa kartu. Dia dapet penglihatan-penglihatan kayak Pheobe Halliwell gitu deh. Cuman ya, sering juga ramalannya nggak tepat, atau salah tafsir. Buktinya, Clair sudah tiga kali menikahi cowok yang salah! Dan sekarang, di umur 32 tahun dia memutuskan untuk tidak berhubungan dengan cinta lagi.
Seperti kita semua bisa tebak, tak mungkin ada novel cinta tanpa cinta-cintaan, Clair ketemu lelaki baru setelah seorang klien aneh bernama Rachel memaksa dia untuk memberikan ramalan buruk tentang pernikahannya dengan Jack Heron, pengusaha vodka.
Karena cewek cantik itu mengancam akan bunuh diri di altar dan bilang kalo kematiannya adalah tanggung jawab Clair, maka Clair memenuhi permintaan konyol itu.
Masalah muncul saat Rachel meninggalkan cincin pertunangan (BERLIAN)nya di meja Clair. Beserta alamat Jack Heron. Seketika Clair berkesimpulan kalo Rachel nyuruh dia ngembaliin cincin berlian itu ke Jack sambil bilang kalo Rachel ingin membatalkan pertunangan mereka.
Yah, cerita selanjutnya adalah Clair di rumah keluarga Heron yang semua anggota keluarganya aneh. Dan seperti bisa ditebak lagi, Clair punya affair sama siapa?
Yah...silahkan dijawab....  Posted by Jie on Nov 18, '07 9:43 AM for everyone  | Category: | Books | | Genre: | Literature & Fiction | | Author: | Yenny Lesly |
[Gokilmom; Diary seorang mami dodol. Yenny Lesly. Gradien Mediatama. 2007]
Hihi…buku ini dodol. Memang bukan terbaik di kelasnya sih, tapi lumayan lah…kalo lo lagi di angkot dan suasana diluar sana macet total. Lo bisa haha hihi sendiri tanpa peduli diluar lalu lintas lagi semrawut. Hoho.
Yang nulis adalah emak-emak yang namanya Yenny Lesly. Kerja kantoran, cadel, dan punya anak super bawel yang namanya Tristan. Cukup merepotkan, karena dia ga bisa melafalkan nama anaknya dengan baik dan benar. Walhasil, anak malang itu dipanggil Titang. Heuheu.
Mungkin karena nyokapnya, kedodolan itu nurun juga sama anaknya. Anak itu punya hobi megang en narik2 tali beha ibunya sebelum tidur. Kadang-kadang tingkah polah anak lelali tiga tahun 8 bulan itu diinterpretasikan mesum sama penulis buku ini.
..pipisnya ampir kena celananya. Gw spontan tereak, “Aduh, duh, duuhhhh.” Tristan yang emang mulutnya cepet nyahut langsung nanya balik. “Kenapa Mama bilang aduh?” “Itu loh yadi pipisnya Tristan ampir kna celana Tristan…qiqiqi..” “Ahhhh Mama, digoyang don, Maaaa..” Hehehe, pas ngomong “digoyang dong Ma”-nya itu nadanya memelas bin kolokan. Pikiran gw kan jadi mesum..hehehe….coba kalo yang ngomong itu lelaki dewasa, apa naek tuh ke otak?....(hlm 127)
Yah, selain topik berulang-ulang tentang kegokilan anaknya, Yenny juga seriiing banget nulis soal pembantu di buku ini. Nampaknya dia despret banget pengen punya pembantu, tapi gak pernah dapet yang bener.
Dia juga cerita soal cinta jaman sma, yang pdktnya sampe ribuan hari. Hihihi….jadi inget sama diri sendiri. Waktu gw ngecengin si legenda hati bertahun-tahun. Sampe lulus SMA, sampe lulus kuliah, sampe masuk kerja, dan baru berhenti setelah ditinggal kawin. Waaaaks.
Rupanya buku ini laku juga ya. Udah cetakan dua. Tapi menurut gw buku kayak gini mendingan minjem aja, ga disaranin beli karena buku ini akan menuh-menuhin rak buku kalian dan dilupakan. Dan kalopun nanti dua tahun lagi lo punya waktu luang dan niat bacain buku-buku lama, buku ini pasti ngebosenin banget karena udah out of date. Soalnya, buku ini nyeritain tentang saat ini banget dan bukan sesuatu yang akan berharga di kemudian hari—kecuali buat penulisnya (sama kayak diari-diari gue sejak kelas 2 smp, ga berguna buat orang laen kecuali buat bikin diri sendiri mehe-mehe nangis sambil ngetawain kebegoan masa lalu).
 Posted by Jie on Oct 25, '07 11:50 PM for everyone  | Category: | Books | | Genre: | Science Fiction & Fantasy | | Author: | Sarah Singleton |
[Heretic. Sarah Singleton. Gramedia Pustaka Utama. 2007. Poppy D. Chusfani]
Baca blurbnya di belakang, saya berharap kalo buku ini sejenis buku peri-perian mirip Stardust. Petunjuknya adalah : Gadis berkulit hijau. Makhluk apa lagi kalau bukan peri? Yah, memang sih, buku ini melibatkan peri. Tapi, konfliknya lebih pada perseteruan Katolik dan Protestan di Inggris pada masa pemerintahan Ratu Elizabeth abad 16. Pada masa ini, umat katolik dianggap sebagai pemberontak yang akan menggulingkan pemerintahan Ratu Elizabeth, sehingga pada tahun 1584 parlemen menyatakan bahwa menjadi pastor katolik di Inggris merupakan pengkhianatan.
Di sebuah belantara, seorang gadis hijau terbangun. Tiga ratus tahun lalu, ia adalah putri dari seorang bidan dan ahli obat-obatan yang dihukum mati karena tak berhasil menyelamatkan nyawa bayi dari seorang petinggi. Ibu dari bayi tersebut menjadi gila dan menuduh Ruth menggunakan jampi-jampi sihir. Ruth dihukum mati, meninggalkan putri sulungnya Isabella dan putranya John dalam perlindungan kaum Gagak di tanah Bayangan.
Kelaparan dan kebingungan, Isabella ditemukan oleh Elizabeth Dyer, anggota keluarga pemeluk katolik taat. Terkucil karena perbedaan iman. Hidup mereka semakin sulit saat kakak Elizabeth membawa seorang pastor buronan ke dalam rumah mereka.
Kit Merivalle ditugaskan Ratu untuk memburu pastor kafir tersebut. Kehidupan Elizabeth semakin kacau balau dengan keberadaan sang pastor dan ditangkapnya sang Ibu. Elizabeth dan Isabella si gadis hijau bahu membahu untuk menyelamatkan Mrs. Dyer.
Seru sih, meski kecewa karena porsi yang disediakan Singleton untuk peri-peri dikit banget. Dalam tangan Sarah, tokoh peri disini tetap misterius. Ga jelas preferensinya. Mereka itu baik atau jahat?  Posted by Jie on Oct 8, '07 8:43 PM for everyone  | Category: | Books | | Genre: | History | | Author: | E. S. Ito |
Gue bisa trance kesurupan kalo disuruh nulis review buku ini. Sudah tiga hari gue dikuasai sihir E.S. Ito. Whoever he was. Bahkan setelah halaman terakhir bukunya habis gue lahap, penuturan-penuturan manusia yang mengaku lahir tahun 1981 ini masih kuat membius gue. Anjis keren pisan. Bahkan jauh lebih keren daripada buku pertamanya; Negara Kelima. Sejarah nggak pernah sememikat ini buat gue. Dua belas tahun belajar sejarah di bangku sekolah, nggak pernah bikin gue inget apa hasil perundingan Konferensi Meja Bundar. Gue cuma kenal Moh. Hatta sebatas namanya aja, dan sekadar peran politiknya sebagai proklamator dan pendamping Soekarno menjadi wakil presiden pada awal-awal kemerdekaan RI. Tak pernah gue inget kalo Hatta dulu pernah menjabat Perdana Menteri dalam pemerintahan Republik Indonesia Serikat selepas KMB. E.S Ito jago banget ngebolak-balik karakter. Di awal, kita anggap satu karakter lugu dan bodoh, ternyata dia menyimpan rahasia besar. Kita dibawa bertanya-tanya. Siapakah otak dibalik semuanya. Gue jatuh cinta. Sama Kalek. Mantan Wartawan Indonesiaraya yang dianggap sebagai teroris dalam perannya sebagai pemimpin kelompok Anarki Nusantara. Dalam catatan pemerintah, lelaki itu, Attar Malaka, meninggal dalam kecelakaaan bus. Nyatanya, dia segar bugar. Di pulau Banda, dikelilingi wangi perkebunan pala. Kalau gue jadi Cathleen Zwinckel, gue pun pasti jatuh hati sama lelaki cerdas itu. Gue akan dengan senang hati diculik jenis ini, setidaknya lelaki seperti ini bisa bikin kita belajar. Lulusan Taruna Nusantara dan Ilmu Perpustakaan UI (Ilmu Perpustakaan pula!!!) ini diburu dalam sebuah operasi rahasia terkait pembunuhan Gandhi. Ia dituduh telah melakukan pembunuhan berantai berdasarkan tulisan Mahatma Gandhi di Young India tahun 1925.Benarkah dia yang telah melakukan serangkaian pembunuhan terhadap orang penting di Indonesia itu? Aaah...sebaiknya gue berhenti menulis sebelum gue membocorkan keseluruhan isi cerita. Yang pasti, obsesi gue selanjutnya adalah menemukan si misterius E.S. Ito. Who are you? (sinopsis diambil dari sini) Di Den Haag pada akhir tahun 1949, perundingan penting antara Indonesia dan Belanda tengah dilakukan, konferensi meja bundar. Setelah menyepakati banyak hal, perundingan itu menemui jalan buntu ketika Belanda meminta Indonesia untuk melunasi hutang-hutang yang pernah dibuat oleh pemerintah kolonial sebagai syarat untuk pengakuan kedaulatan. Sumitro bersuara lantang menolak hutang yang tidak pernah dibuat Indonesia itu. Delegasi Hatta pun dilanda dilema. Bukankah Utang jagal bagi kedaulatan? Tetapi itulah masa ketika segalanya tampak mungkin. Bila manusia menyerah maka alam tidak, ia mengutus seseorang dari masa lalu. Dalam dingin malam yang membekukan, pria misterius itu meyakinkan delegasi Hatta untuk menerima persyaratan itu. "Ontvangen maar die onderhandeling. Indonesie heeft niets te verliezen" ucapnya meyakinkan. Lebih dari lima puluh tahun kemudian, wartawan muda koran Indonesiaraya Batu Noah Gultom mencium jejak pembunuhan berantai dengan korban orang penting di Boven Digoel Papua. Ini melengkapi tiga pembunuhan misterius sebelumnya di Bukittinggi, Brussel dan Bangka. Mata rantai pembunuhan itu itu adalah kesamaan huruf "B" pada huruf awal lokasi pembunuhan. Tetapi yang lebih penting adalah pesan yang diterima keluarga korban. Dosa-dosa sosial sebagaimana pernah ditulis oleh Mahatma Gandhi dalam majalah Young India pada tahun 1925. Penelusuran itu membawa Batu untuk mengungkap peristiwa kematian orang-orang bertato di utara Jakarta beberapa tahun silam. Misteri tato yang membawanya dalam petualangan di pulau Siberut, Mentawai. Pada saat yang bersamaan tiga orang peneliti dari Belanda, Erick Marcellius de Noiijer, Rafael Alexander van de Horst dan Robert Stephane Daucet terjebak dalam gairah ilmu untuk menemukan de ondergrondse stad, kota bawah tanah di daerah kota tua Jakarta. Penelitian yang tekun menuntun mereka untuk mengungkap rahasia ratusan tahun. Kuncinya ada pada lukisan sketsa Batavia lama karya Johannes Rach, seorang pelukis Denmark yang bekerja untuk VOC, tiga setengah abad silam. Mereka menemukannya dalam bentuk yang tidak pernah terbayangkan sebelumnya. Akan tetapi baru saja penemuan itu akan mereka rayakan, sebuah tragedi terjadi. Masih bisakah mereka kembali ke Belanda? Cathleen Zwinckel adalah pendatang lain dari Belanda. Mahasiswa pascasarjana di Universitas Leiden itu mengaku tengah menyelesaikan thesis Master-nya tentang Sejarah Ekonomi Kolonial. Oleh profesornya, ia dititipkan pada CSA, sebuah lembaga think-thank terkemuka di Jakarta. Tetapi diam-diam ia memiliki agenda lain. Gadis cantik itu datang juga untuk mengungkap misteri ratusan tahun. Oleh profesornya, ia diminta untuk memecahkan misteri Surat Kew yang dikeluarkan oleh William V pada tahun 1795. Surat yang akan menuntunnya pada misteri terbesar yang selama ini hanya menjadi bisik-bisik, Het Geheim van Meede, Rahasia Meede. Kunci misteri itu ada pada sosok Suhadi, seorang arsiparis senior Arsip Nasional Republik Indonesia. Tetapi pekerjaan itu tidak semudah bayangan Cathleen. Jakarta mulai menunjukkan murkanya. Ia diculik kemudian terdampar di kepulauan rempah-rempah. Sosok gelap itu mulai terungkap; ia menginginkan semuanya. Laki-laki muda di balik penculikan itu bernama Kalek. Buronan nomor satu yang sempat dinyatakan tewas, dalang di balik peristiwa penyerbuan bersenjata dan kematian orang-orang bertato pada tahun 2002. Pembunuhan berantai itu tidak berhenti. Tetapi Batu mulai bisa mencium jejak pembunuhnya. Tetapi di tengah-tengah penemuan itu, Parada Gultom, redaktur yang membawahi Batu di Indonesiaraya hilang tanpa jejak. Menemukan dirinya dalam ruang gelap dan kemudian dipaksa bicara setelah disuntik dengan Scopolamine, serum pengakuan. Sementara itu, Cathleen terjebak dalam pertanyaan-pertanyaan yang ia takutkan dari Kalek. Tentang VOC, Monsterverbond hingga pembunuhan Pieter Erberveld pada bulan April 1722 di Batavia. Cathleen Zwinckel bertaruh dengan nasibnya. Sementara di balik ketegangan itu seorang guru biasa dipanggil Guru Uban hidup dalam kedamaian di Bojonggede. Tetapi di balik penampilan tenang, ia menyimpan sebuah rahasia. Lembar demi lembar misteri mulai terungkap ketika Lalat Merah, nama sandi untuk seorang perwira muda pasukan Sandhi Yudha Kopassus memburu Kalek. Mereka berdua adalah teman karib ketika masih menjadi siswa SMA Taruna Nusantara. Tetapi kemudian masa depan menyodorkan pilihan pahit dalam persahabatan mereka; satu memburu yang lainnya. Dalam perburuan, Kalek mengirimkan isyarat dalam bentuk dialog Nabi Musa dan Nabi Khidr. Perlahan Lalat Merah membongkar misteri ini sambil terus berusaha menyelamatkan Cathleen Zwinckel. Pertanyaan-pertanyaan mulai terjawab, tentang peristiwa di tahun 2002, 1949, 1722, hingga masa akhir pemerintahan Deandels di Batavia. Pembunuhan berantai, kota bawah tanah, surat Kew, Monsterverbond, Erberveld, KMB berujung pada satu misteri harta karun VOC. Bisakah rentetan pembunuhan itu dihentikan dan bagaimana sebenarnya jalinan panjang sejarah 400 tahun bermuara pada satu sosok manusia di masa kini?  Posted by Jie on Oct 7, '07 9:16 PM for everyone  | Category: | Books | | Genre: | Science Fiction & Fantasy | | Author: | Jonathan Stroud |
Tiga tahun berlalu setelah peristiwa perusakan besar-besaran di Piccadily Street oleh Golum yang dikendalikan oleh salah satu pejabat kementrian. Peristiwa terbebasnya afrit tak waras penjaga makam Gladstone yang menimbulkan kepanikan diantara commoners, penyihir dan bahkan makhluk halus setingkat imp pun hampir terlupakan.
Penyihir muda ambisius John Mandrake kini telah menempati posisi penting sebagai Menteri Penerangan. Tugasnya adalah membangkitkan semangat patriotisme kaum muda Inggris untuk berperang melawan Amerika di Boston. ia menerbitkan pamflet-pamflet yang berisi seruan untuk mendaftar menjadi tentara. Ia tenggelam dalam tugas pemerintahan yang membuatnya stres karena sebenarnya Inggris tidak dalam posisi yang menguntungkan dalam peperangan itu.Eksesnya, ia mengeksploitasi makhluk halus yang menjadi budaknya. Bartimaeus, jin level keempat yang selama itu sering menyelamatnya nyawanya, tak luput dari lagak semena-mena Mandrake.
Terlalu lama Mandrake membiarkan Bartimaeus berkeliaran di bumi hingga rohnya semakin melemah. Mandrake tak peduli. Ia terus membombardir jin tersebut dengan perintah-perintah. Kekuatannya bahkan dibawah imp, makhluk halus level bawah. Sinismenya pun berkurang. Ia benar-benar tampak lemah. Jika saja Mandrake mau membiarkannya pulang ke dunia lain untuk memulihkan rohnya dan mengembalikan kekuatannya..
Sementara itu, Kitty, yang dianggap mati setelah menyelamatkan nyawa Mandrake, kini hidup dalam tiga identitas. Dua bukti identitas lainnya ia dapatkan dari keluarga Hyrnek, orang Ceko pemilik percetakan.
Nama Clara Bell, ia gunakan sewaktu ia bekerja pada sebuah pub. Sementara Lizzie Temple adalah namanya ketika ia belajar sihir pada penyihir pincang tak terkenal. Disitulah ia belajar sejarah sihir, dan cara menggunakan pentacle untuk memanggil makhluk halus.
Setelah kematiannya, Kitty tak lagi meledak-ledak emosional. Ia lebih berhati-hati dalam segala tindakan. Kalau udah pernah baca buku pertama dan kedua, pasti kalian bertanya-tanya, apa yang menyebabkan Kitty belajar sihir, padahal ia benci penyihir dan ilmu sihir.
Obrolannya dengan Bartimaeus saat ia diculik jin itu di Perpustakaan tentang Ptolemy-wujud yang selalu digunakan Bartimaeus-dan konsep yang dikemukakan Ptolemy membuat Kitty ingin bertemu lagi dengan Barty. Bahwa makhluk halus diperbudak oleh penyihir, merupakan pengetahuan baru bagi Kitty. Ia ingin makhluk halus dan Commoners bahu membahu melawan kebiadaban penyihir yang kini memegang tampuk pemerintahan.
Misteri siapa Ptolemy, otak dibalik pengkhianatan Simon Lovelace di buku satu, Henry Duvall di buku kedua, juga orang yang berada dibalik pembongkaran makam Gladsone oleh Resistence, terbeber semua di buku ketiga ini.
Seperti biasa, penjahatnya adalah tokoh yang tidak disangka-sangka. John Mandrake (yang akhirnya lebih senang menjadi Nathaniel yang lebih bermoral dan punya nurani), Kitty Jones, dan Bartimaeus saling membantu memusnahkan kekuatan jahat yang hendak meluluhlantahkan London dan menyapu habis semua penghuninya.
***
Gue, ga bisa lepas dari buku ini barang sekejap. Selain karena gue emang penasaran dan gemes sama si menyebalkan Mandrake, buku ini emang asik banget. Di antara semua tokoh (bahkan penjahatnya sekalipun) gue emang paling sebel sama anak umur 17 tahun yang super sok ini. Dia itu jenis orang yang ga mau ngakuin perasaan. Meskipun akhirnya dia memilih untuk jadi protagonis sejati (bukan orang yang terombang-ambing antara hitam dan putih lagi), tapi tetep aja sebel sama sikap sok tahu sok pinternya.
Dia nggak percaya Kitty bisa manggil Bartimaeus. Dan kecemburuannya pada Kitty kentara banget waktu tau siapa penyihir yang telah memanggil abdi setianya itu.
Ternyata, di balik kekerasan hatinya, ia juga merasa berterimakasih pada Kitty (yang di masa lalu adalah musuh utamanya) karena telah menyelamatkan nyawanya dari monster Golem. Dan lama-lama, si Nath naksir juga sama Kitty. Huahaahaha... Sayang...akhirnya ga begitu menyenangkan (kerusakan dimana-mana, kematian dimana-mana).
Gue melempar buku itu dengan frustasi saat membaca kalimat terakhir buku ini. Sialan lo Strouuud!! Tapi, sebenernya itu jenis ending yang gue suka sih, yang menusuk. Hihihi....
Very recommended book. Kalo mau baca, mending dimulai dari buku pertamanya; Amulet Samarkand. Dijamin ketawa-ketawa baca catatan kaki yang bertebaran dalam setiap narasi Bartimaeus. Jin narsis yang ngegemesin sekaligus berbahaya.
[Now reading: Rahasia Meede / E. S. Ito. Novel kedua dari pengarang yang memberikan petunjuk minimal pada identitasnya. Novel pertamanya, Negara Kelima antara lain bercerita bahwa mitos kota Atlantik yang hilang terletak di Nusantara. Sejumlah pemuda menginginkan kebangkitan kembali kejayaan masa lalu dengan menghancurkan Indonesia sekarang yang korup. Disertai dengan riset yang lumayan bikin percaya, novel pertamanya keren. Lebih keren lagi karena penulisnya ga narsis (dia ga bikin profil sebanyak isi bukunya kayak penulis lain--yang sebenernya lagi bikin autopbiografi dalam novelnya).
Buku keduanya nyeritain soal harta karun VOC yang terpendam di bumi Nusantara. Hal yang sama yang menyebabkan delegasi Indonesia menyetujui hutang-hutang VOC a.ka Belanda sebesar 5,6 Miliar Gulden dialihkan ke Indonesia dalam Konferensi Meja Bundar. Seru.
(Hmmmm...no wonder utang Indonesia banyak banget. Baru merdeka aja dah diwarisi utang Belanda sebanyak itu) ]  Posted by Jie on Oct 2, '07 9:19 PM for everyone  | Category: | Books | | Genre: | Science Fiction & Fantasy | | Author: | Jonathan Stroud |
Gue suka buku iniiiiiii. Sebenernya dah lama mulai baca, gara-gara kesibukan walkathon dan lain-lain, akhirnya buku itu muter dulu dibaca sama orang laen. Selain itu, di awal-awal, buku ini bikin gemes karena tokoh protagonisnya, si Nathaniel, menyebalkan abis setelah diangkat jadi pegawai kementrian. Hueeekkk...tingkah dan gayanya itu loooh....sok cool tapinya menjijikkan.
Trus, dibawah master barunya, Jesicca Whitwell, dia jadi ambisius dan ga pedulian sama orang lain (just like any other witches and wizards).
Kali ini, kota London dikacaukan oleh penyerangan dan perusakan gedung-gedung penting. Puncaknya adalah hancurnya sebagian British Museum beserta artefak dan benda-benda sejarah lainnya yang tersimpan disana.
Pemerintah menganggap ini adalah ulah Resistence; kelompok yang terdiri dari commoners, oposisi yang menginginkan pemerintahan Inggris dipegang oleh orang biasa yang tidak memiliki sihir. Kesimpulan ini mereka dapatkan setelah ditemukan bukti bahwa pengrusakan ini tidak meninggalkan jejak-jejak sihir.
Tapi, kerusakan sebesar ini tak mungkin ditimbulkan oleh sebuah kelompok kecil anarkis mirip preman yang hobi mencuri bernama Resistance. John Mandrake, nama resmi Nathaniel, akhirnya memanggil Bartimaeus (jin level ke empat) untuk menyelidiki.
Posisi Nathaniel di pemerintahan tergoncang karena kegagalannya menemukan pengacau ini. Bahkan masternya pun sudah malas membelanya. Apalagi dengan laporan Bartimaeus bahwa kekacauan ini disebabkan oleh Golem.
Golem adalah semacam monster boneka raksasa dari tanah. Sumber kekuatannya adalah mantera yang dimasukkan ke dalam mulutnya. Mantra ini ditulis oleh darah penyihir dan ditandatangani oleh pengendalinya. Perilaku monster ini seperti robot yang dikendalikan dari jauh. Di keningnya terdapat mata intelejensi yang berfungsi seperti kamera pengintai. Ia diselaputi oleh awan hitam mengerikan sehingga wujud aslinya hampir tak terlihat. Golem kebal terhadap segala jenis sihir. Cara untuk menaklukkannya adalah dengan mengambil mantra itu dari mulutnya. Hanya orang yang tak memiliki kekuatan sihir yang bisa melakukannya.
Seluruh pejabat pemerintahan tak ada yang mempercayai bahwa semua ini ulah Golem, karena makhluk itu telah musnah waktu penyerangan Praha oleh William Gladstone, pahlawan Inggris sepanjang masa. Tetapi, Mandrake berhasil meyakinkan mereka, hingga ia diutus ke Praha untuk menyelidikinya.
Pada saat itulah, kelompok Resistence membongkar makam keramat William Gladstone. Tanpa mereka tahu, mereka telah membangunkan jin level sembilan yang telah dimantrai untuk menjaga barang-barang Gladstone dan membunuh siapapun yang masuk. Semua anggota Resistence mati, kecuali Kitty Jones dan seorang anak lelaki pengecut yang lari tanpa melawan; Nick. Kitty lolos membawa tongkat Gladstone yang memiliki kekuatan sihir tinggi.
Kalo udah pernah baca buku pertamanya, pasti kenal sama Kitty. Dia pernah mencuri bola pengintai milik Nathaniel dua tahun lalu. Makanya, Nathaniel dendam banget sama Kitty.
***
Pokonya, seru!
Kita membaca buku ini dari tiga protagonis yang saling tolong menolong tapi sebenernya saling antagonis juga buat satu sama lain. Mereka punya semua alasan untuk saling membenci, tapi juga punya alasan untuk saling membutuhkan. Nathaniel; protagonis dari sisi penyihir. Bartimaeus; dari sisi Jin. Dan Kathleen Jones, sang commoners.
Kitty memiliki dendam pribadi karena kesemena-menaan penyihir. Nathaniel dengan obsesi kariernya. Bartimaeus dengan harapan dibebaskan dari mantra Nathaniel dan kembali ke dunia jin.
Gue paling suka kalo naratornya Bartimaeus. Dia itu kocak dan nggak pedulian. Dia seneng banget bikin catatan kaki, dan catatan kakinya itu komentar dia pada jin yang lagi dia lawan misalnya, atau ngomentarin sebuah bangunan/situs yang ribuan tahun lalu pernah ia kerjakan.
Klo Nathaniel, selalu serius dan penuh perhitungan. Kitty, penuh kemarahan dan seringkali emosional.
Gue suka karena karakternya gak tumpuk-tumpukan.
Hmmm...tinggal baca yang ketiga, lagi dipinjem pakde :D
(abis itu gue mau beli semuaaa bukunya buat koleksi rak buku gw di rumah. hihihi)
 Posted by Jie on Jul 22, '07 9:28 PM for everyone  | Category: | Books | | Genre: | Science Fiction & Fantasy | | Author: | J.K. Rowling |
[Harry Potter and The Deathly Hallows. J.K Rowlings. Bloomsbury. 2007. 325000] I'm reading it now. 50 pages more to the last page. Lots of death. Lots of suprises. But then also couples things that we have guessed before, has turned into reality. Oh no, i wont spread spoilers in here, since i was afraid of my friends who's ready to put a curse on me. And i believed that you have rights to seek for yourself; the things that happened in this book. Well, this one will give me a little excitement, just wondering, how much of u guys would dare to open this review (and shout loudly at me). Heuheuheu... Enjoy the book then....  Posted by Jie on Jun 26, '07 12:57 AM for everyone  | Category: | Books | | Genre: | Science Fiction & Fantasy | | Author: | Clive Barker |
[Abarat : Days Of Magic, Nights of War. Clive Barker. GPU. 2007. 502p. rp115000]Pengalaman pertama gw dengan Abarat adalah dua tahun lalu, saat gw berkubang dalam kesedihan dan keputusasaan dalam bulan-bulan status gw sebagai pengangguran. Memang, buku ini nggak sedahsyat Harry Potter atau Eragon atau The Lord of The Rings pada masanya, tapi buat gw, buku ini inspirator. Mungkin berlebihan sih kalo gw bilang kayak gitu. Karena gw juga agak-agak lupa sama jalan ceritanya. Cuma ada yang gw inget banget sampe sekarang. Saat tokoh utamanya, Candy Quackenbush, terseret ombak Laut Izabella, yang muncul tiba-tiba di sebuah ladang di kota Chickentown. Saat diselaputi rasa takut yang amat sangat gitu, ada frase yang kira-kira isinya begini: “Waktu lo ngerasa takut, jangan melawannya, tapi pasrah aja. Terjun kedalamnya, hadapi ketakutanmu. Kenali ketakutanmu, lalu atasi dari dalem!”Yah, gitu deh kira-kira. Yang pasti, abis baca itu , gw ga depresi lagi. I’m scared of the future, karena jalan kedepan gelap dan berkabut. Tapi, saat dijalani, ga seburuk itu kok. Ketakutan itu bisa ditaklukkan. Insyaalloh. Nah, balik ke bukunya, Abarat adalah dunia fantasi yang terdiri dari 25 pulau. Setiap pulau menunjukkan satu waktu. Jadi, dalam satu pulau, hanya ada malam saja, atau siang saja, atau senja saja. Misalnya, pulau Yebba Dim Day , tempat yang pertamakali dikunjungi Candy di Abarat adalah pulau jam 8:00 malem. Tokoh utamanya, Candy Quackenbush, adalah gadis berusia 14 tahun yang memiliki mata kiri berwarna coklat, sementara mata kanannya biru atau biasa disebut heterochromia (jadi mengingatkanku sama Lady Door di Neverwhere). Guru-guru dan teman-temannya sering mengejeknya, dan dia korban pelecehan kata-kata dari ayah yang tak bisa mengerti dirinya. Setelah melarikan diri dari pengejaran Miss Schwart, gurunya, Candy menemukan dirinya berada di sebuah padang rumput di pinggiran kota. Di tempat itu, terdapat sebuah bangunan yang mirip mercusuar, dan ada dermaga pula. Hah? Dermaga macam apa di padang rumput? Disana, Candy bertemu dengan John Mischief , makhluk Abarat yang pertama dia lihat. Setelah aksi kejar-kejaran dengan Snape (the bad guy) di dalam mercusuar itu, Candy tanpa sengaja melakukan sesuatu yang mengundang laut Izabella ke padang tersebut. Ia terseret dalam pusaran air laut, dan mulai petualangannya di Abarat. Days of Magic, Nights of War Karena gw lupa bagaimana buku 1 Abarat diakhiri, makanya gw agak-agak gagap pas baca yang keduanya. Selain karena udah lupa sama tokoh-tokohnya, gw juga lupa jalan ceritanya secara general. Hehe. Dalam 502 halaman versi Indonesia buku ini, Candy membawa kita berpetualang selama delapan minggu di gugusan pulau waktu. Penjahatnya, Christopher Carrion yang hobi menyiksa orang-orang dengan mimpi-mimpi buruk sampai mati ketakutan, baru dikuak di kuarter kedua buku ini. Mendelson Shape, yang ngejar-ngejar Candy untuk menyerahkan sebuah kunci di buku pertama, mati. Trus ada tokoh baru, the famous Finnegan Hob dan Letheo, pelayan Carrion yang setengah reptil. Penguasa kegelapan dan neneknya, si Matel Martel yang kerjaannya menjahit dan bikin pasukan tambal sulam, berusaha menguasai jam keduapuluh lima yang dijaga oleh para penyihir Fantomaya agar keseimbangan dunia Abarat dan Hereafter (dunia normal) tetap terjaga. Jika jam keduapuluhlima berhasil dikuasai, Abarat akan sepenuhnya menjadi dunia malam. Plotnya ga jelas sih. Ga ketebak kayak Neverwhere. Tapi justru itu yang bikin asik. Kita nggak tau bakalan dibawa kemana. Dan setiap pulau yang dikunjungi Candy, menawarkan petualangan baru. Asik banget deh…apalagi ilustrasi bikinan Barker yang ada di hampir setiap halaman (itu yang bikin bukunya jadi mahal banget). ps: Yebba Dim Day --> This island, also known as The Great Head, is a sort of informal capital for the islands. It is, in fact, fashioned in the shape of a giant head, in the likeness of its old owner Gorki Doodat. It is a labyrinth of tunnels on the inside, and the outside is mostly covered by shabby dwellings, save for the half-dozen high towers on top of Gorki's skull. Some of these towers are said to contain individuals of immeasurable age. This is Candy's first destination in the Abarat. John Mischief and his seven brothers share a single body: that of John Mischief, who has antlers on his head. From these antlers sprout seven smaller heads, each of them a particular brother with his own unique personality. Their names are John Fillet, John Sallow, John Moot, John Drowze, John Pluckitt, John Serpent, and John Slop. Together, they are master thieves, and as such are wanted for grand larceny on several Hours. They are the first Arabatian Candy meets. Later on they volunteer for a digging job on the Nonce, searching for a man called Finnegan Hob in a bid to escape the island of Yebba Dim Day. (semua gambar dari sini) 
| |